Muslim nggak yang syariah, apa kata si-“Dia”???


Islam memang merupakan agama yang syamil (sempurna) dan mutakammil (menyempurnakan). Dari mulai bangun tidur, hingga kita tidur kembali sudah diatur dengan sangat baik dalam agama yang mulia ini. Termasuk dalam urusan finansial kita, terkhusus perbankan syariah saat ini menunjukkan taji nya di era kemajuan perbankan, sudah terbukti perbankan syariah lah yang mampu bertahan di saat krisis, dan perbankan syariah terus tumbuh dengan cepat bahkan di Negara mayoritas non muslim sekalipun.

Saya dan Bank Syariah

Perkenalan pertama saya dengan bank syariah adalah pada waktu masa awal perkuliahan, waktu itu bukan niatannya untuk menabung, tetapi niatnya untuk mendapatkan fasilitas kemudahan transfer dari orang tua, karena produk salah satu bank syariah  yang saya gunakan memberikan fasilitas bisa melakukan transfer dari kantor pos. Jadilah saya akhirnya mempunyai akun rekening di bank anti riba tersebut, dan amat benar manfaatnya sangat terasa, karena orang tua saya bisa dengan mudah memberikan suplai anggaran tiap bulannya karena tinggal datang ke kantor pos saja yang terletak tak jauh dari desa saya, tanpa terkena biaya lagi.

Dan yang tak kalah hebatnya kartu ATMnya bisa digunakan untuk melakukan penarikan tunai di jaringan ATM Bersama, ATM Prima, BCA, dll, tanpa dipotong saldo satu rupiah pun. Jadi kalau narik di ATM nggak pakai ngantri lagi, justru mesin ATM nya yang ngantri yang mana akan dipakai kartu ATM saya.

Kebersamaan saya dengan bank syariah semakin erat tatkala saya memutuskan untuk mencoba berbisnis marketing, menawarkan paker perdana bank syariah yang gunakan. Dengan menitipkan ijazah SMA saya ke bank tersebut sebagai jaminan, saya pun dibekali dengan beberapa paket perdana tabungan, beserta formulir aplikasi untuk pengisian data nasabah. Kampus menjadi pasar yang sangat potensial bagi saya saat itu, karena banyaknya orang yang berada disana. Sambil berkuliah saya pun menjadi agen bank syariah, sekaligus berdakwah tentunya. Nasabah pun akhirnya terjaring, walaupun belum terlalu banyak tetapi itu membuat saya cukup puas, karena hasil jerih payah pertama kalinya menjadi sales tidak sia-sia.

Hingga sekarang ini saya masih setia dengan  produk bank syariah, bedanya kalau dulu zaman mahasiswa saya belum mampu menyisihkan uang untuk ditabung, sekarang disaat Allah telah memberi rezki lewat pekerjaan saya, alhamdulillah sedikit-sedikit bisa terus meningkatkan pundi-pundi tabungan saya di bank syariah.

Ngaku Muslim ya harus ke bank syariah

Jumlah penduduk Indonesia saat ini sudah mencapai 237.556.363 (hasil Sensus Penduduk 2010), dan data terakhir menunjukkan 80 persennya adalah umat Islam, dan jumlah umat Islam yang begitu banyak itu  mengantarkan Indonesia sebagai negara dengan umat Islam terbanyak di seluruh dunia. Hal ini bisa menjadi sebuah hal yang membanggakan, dan sebaliknya hal ini juga bisa menjadi hal yang memalukan. 

Kalau kita kaitkan dengan tema yang kita bahas, ternyata dari begitu banyak umat Islam di Indonesia ternyata baru 2,46 persen yang menggunakan jasa perbankan syariah. Kalau dulu sebelum bank syariah ada, kita memang diperbolehkan memakai jasa bank konvensional untuk urusan finansial kita, namun sekarang ini disaat bank syariah terus tumbuh bermunculan seperti jamur di musim hujan, alas an apalagi yang membuat kita tak segera berhijrah ke bank syariah. 

Dakwah Bank Syariah dari masjid ke masjid

Saya pernah melihat data hasil penelitian salah satu lembaga mengenai zakat, bahwa ternyata dari berbagai media promosi zakat yang paling berpengaruh ke masyarkat adalah melalui dakwah ustadz/ pengajian. Berbicara mengenai ustadz dan pengajian tentunya tidak terlepas dari peranan masjid sebagai tempat penyampaian dakwah ustadz dan pengajian. Nah hal ini menjadi sebuah peluang besar untuk bank syariah bisa terus tumbuh melebarkan sayap.

Memang kalau kita lihat masjid di Indonesia ini, maka akan terbayang di pikiran kita betapa banyak masjid di negeri kita, tiap satu desa biasanya pasti ada masjid, bahkan kadang lebih dari satu. Mungkin bisa jadi Indonesia adalah negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia. Dan itulah peluang besarnya, jadi sekarang ini ustadz/ ustadzah, mubaligh, khatib, dll, siapa saja yang berdakwah di masjid harus mengagendakan secara berkesinambungan membawakan materi mengenai pentingnya berhijrah ke bank syariah. Mudah-mudahan dengan begitu bank syariah akan semakin semarak dan melambung tinggi, tidak hanya di kalangan umar Islam saja tentunya, tapi untuk semua orang apapun agamanya. Wallahu’alam bi showab.

http://ib-bloggercompetition.kompasiana.com/2010/10/20/muslim-nggak-yang-syariah-apa-kata-si-%e2%80%9cdia%e2%80%9d/

4 thoughts on “Muslim nggak yang syariah, apa kata si-“Dia”???

  1. syelviapoe3 says:

    Dengan menitipkan ijazah SMA saya ke bank tersebut sebagai jaminan, saya pun dibekali dengan beberapa paket perdana tabungan, beserta formulir aplikasi untuk pengisian data nasabah

    saia baru tahu kalo bisa menggunakan ijazah SMA sbg jaminan….

    info yang menarik.. ^_^

    semoga sukses!!!😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s