Indahnya Bumi Laskar Pelangi


Walaupun tidak sempat berkunjung langsung ke Belitung, tetapi hanya ke kota Pangkal Pinang (ibukota prov. Kepulauan Bangka Belitung) dan Sungai Liat, tulisan ini mungkin layak diberi judul seperti di atas. Keindahan pulau Bangka Belitung dengan suguhan beragam corak pantainya benar-benar membuat saya terkesima dengan kebesaran Allah SWT, yang telah menciptakan pemandangan alam yang begitu mempesona.

Kesempatan mengunjungi provinsi yang dulu sempat menjadi bagian provinsi asal saya Sumatera Selatan adalah dalam rangka memenuhi amanah yang diberikan untuk menjadi pendamping seleksi pengadaan CPNS instansi tempat saya bekerja. Kebetulan di provinsi Kep. Babel ada 2 (dua) UPT yang berada di bawah instansi saya.

Tiba di bandara Depati Amir Bangka saya menemui petugas salah satu UPT yang berkantor di bandara tersebut. Saya pun akhirnya langsung diajak ke kantor induk UPT tersebut yang berada tak jauh dari bandara. Tanpa menunda saya pun langsung menjalankan misi yang telah ditugasi, alhamdulillah misi-misi tersebut selesai semua hingga menjelang sore. Sore harinya saya ditemani staf dari kantor disana mencari tempat untuk menginap, setelah berkeliling dan membanding-bandingkan harga saya mendapatkan tempat menginap dengan harga yang pas dan fasilitas yang nyaman tentunya, dekat masjid lagi🙂.

Karena di hari pertama semua pekerjaan sudah beres, dan orang di kantor sana pun sedang sibuk karena mereka lagi punya kegiatan cukup besar di Sungai Liat, jadi di hari kedua hingga hari ketiga saya tidak berkunjung lagi ke kantor disana. Dengan bermodalkan sebuah tulisan dari internet yang mendeskripsikan pantai-pantai indah di Babel beserta transportasi untuk menuju kesananya saya di hari kedua langsung meluncur berpetualang menikmati keindahan alam Bangka Belitung.

Tiga pantai yang mempesona saya kunjungi di hari kedua perjalanan saya, pertama pantai Pasir Padi di kota Pangkal Pinang, dan pantai Rebo serta pantai Tanjung Pesona yang berada di Sungai Liat.

Saya juga menunaikan kewajiban ibadah shalat jum’at di masjid jami’ kota Pangkal Pinang, masjidnya besar, megah, rapi, dan bersih tentunya, sehingga menambah kekhusyu’an dalam beribadah.

Pantai Pasir Padi

Perjalanan ke pantai pertama ini saya tempuh dengan menggunakan angkot hitam dari terminal pasar yang memang angkot tersebut jalur trayeknya ke arah pantai, namun hanya melewati persimpangan pantai, tidak langsung ke pantainya, jadinya saya harus membayar ongkos lebih untuk meminta diantarkan ke pantai sekaligus langsung minta jemput di jam yang telah disepakati, karena kalau tidak minta dijemput kita akan kesulitan pulangnya. Harga deal saya dengan pak sopir jatuh di harga Rp 40.000 untuk antar jemput ke pantai.

Berjalan di atas putihnya pasir pantai Pasir Padi sambil menatap laut lepas nan luas begitu membuat tenang dan decakan kagum dari sanubari. Laut di hadapan pantai Pasir Padi langsung terhubung ke Laut Cina Selatan, terlihat dari kejauhan kapal-kapal besar namun terlihat kecil berseliweran entah membawa apa nun jauh disana.

Daerah sekitar pantai pun sudah dikembangkan dengan beragam fasilitas yang menarik minat wisatawan untuk datang, ada sebuah hotel di pinggiran pantai, juga ada tempat bermain flying fox untuk adu nyali menguji adrenalin kita, saya pun sempat mencoba Flying Fox bergelantungan di tali terjun dari pohon yang tinggi.

Pantai Rebo dan Tanjung Pesona

Kedua pantai ini terletak bersebelahan saja, jaraknya sangat dekat dari laut namun akan membutuhkan sedikit waktu bila ditempuh dengan perjalanan darat. Perjalanan ke Sungai Liat dari kota Pangkal Pinang ditempuh dengan menggunakan jasa angkutan umum minibus (travel) dengan ongkos tujuh ribu rupiah. Lalu perjalanan saya sambung dengan mencarter becak motor, namun bisa juga mencarter angkot dari terminal Sungai Liat. Karena ke arah kedua pantai tersebut tidak ada angkutan umum. Setelah tawar menawar yang cukup a lot (he..he..) akhirnya saya deal dengan harga 35 ribu dengan sopir becak motor.

Perjalanan dari awal hingga saya meninggalkan Sungai Liat terus diguyuri hujan dari langit, sehingga ketika di pantai pun gerimis pun menemani saya melihat indahnya pesona pantai Tanjung Pesona dan pantai Rebo. Sungguh benar-benar indah, subhanallah.

Semoga suatu saat bisa berkunjung kembali ke bumi Laskar Pelangi.

 

 

Fabiayyiaalaai robbikumaa tukadzibaan, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan
(QS. Ar Rahmaan : 13)

12 oktober 2010

Salam Sukses Berkah,


2 thoughts on “Indahnya Bumi Laskar Pelangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s