Jogja oh Jogja


Di bandara Adi Sucipto alhamdulillah untuk pertama kalinya saya memulai perjalanan ke kota tua penuh sejarah kota Yogyakarta. Bersama 3 orang teman Mas Irfan, Mas Aris, dan Mbak Ika dan barang bawaan yang seabrek kami langsung meluncur dengan taksi menuju hotel Saphir Yogyakarta.

Kesempatan Dinas Luar (DL) kali ini ke kota Jogja dikarenakan ada kegiatan yang akan dilaksanakan di kota ini, sebenarnya sebagian besar yang berangkat adalah panitia kegiatan, namun kami berempat bukan sebagai panitia dalam kegiatan tersebut, hanya pindah tempat kerja sementara supaya mudah koordinasi dengan pimpinan yang semuanya berada di Jogja.

Kalau kata pepatah “Sambil menyelam minum air” kami disini pun tak lupa sambil kerja ya sambil jalan-jalan, hari kedua di sela-sela kesibukan disini kami menyempatkan berwisata kuliner menikmati Bakmi Pele ditemani Wedang Ronde di alun-alun utara tidak jauh dari keraton Yogyakarta.  Pulang dari sana kami juga sempat muterin kampus yang telah menghasilkan banyak orang besar di negeri ini Universitas Gadjah Mada, sayangnya kami kesana malam hari jadi bangunan-bangunannya tidak terlalu nampak.

Esok harinya kami mendatangi sebuah jalan yang biasanya sangat identik dengan Yogyakarta Jalan Malioboro, pertama yang kami hampiri adalah outlet kaos oblong khas Jogja yakni Dagadu yang berada dalam Malioboro Mall. Keluar dari mall kami mulai menyusuri pinggiran jalan Malioboro dengan beragam barang dagangan.

Masih di hari yang sama perjalanan dimulai kembali pukul 00.00 saat penutupan acara telah selesai. Saya bersama teman-teman dengan mencarter mobil memilih Tugu Jogja sebagai tujuan pertama tempat untuk foto-foto, dilanjutkan dengan mengunjungi benteng Verdeburg.

Setelah itu petualangan tengah malam itu dilanjutkan ke alun-alun selatan keraton, kami menjumpai dua pohon beringin tua yang membuat banyak orang penasaran dikarenakan jarang yang bisa berjalan melewati jalan di antara dua pohon tersebut dengan ditutup mata. Rasa penasaran membuat kami pun akhirnya mencoba tantangan yang satu ini, eh ternyata benar diantara kami berenam, hanya satu orang yang bisa melewatinya, itupun setelah tiga kali mencoba🙂.

Wah Jogja memang memberikan kesan tersendiri bagi saya pribadi dengan kekhasan, budaya, kuliner, dan masih banyak lagi, semoga Jogja akan selalu lebih baik di segala hal, terima kasih dan syukur mendalam pada Allah SWT karena diberikan episode yang satu ini dalam perjalanan kehidupan saya.

Fabiayyiaalaai robbikumaa tukadzibaan, Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.

Salam Sukses Berkah,



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s