IZZIS Live in Concert


Ratusan bahkan mungkin mencapai ribuan orang hari ini berkumpul di auditorium IAIN Raden Fatah Palembang. Bendera Palestina dan bendera Indonesia ukuran mini dibagikan ke semua peserta dalam kegiatan tersebut guna menambah semarak. Video-video Palestina terus diputar dan ditampilkan pada sebidang papan bewarna putih kembali menguggah hati agar kembali mengingat saudara yang sedang di uji agar kembali mensyukuri nikmat Allah SWT karena keadaan kita tidak seberat saudara kita di Palestina.

Berawal dari sebuah leaflet yang aku baca di salah satu papan pengumuman Unsri Bukit, terbacalah olehku akan ada acara bagus yang bakal diselenggarakan LDK REFAH IAIN Raden Fatah Palembang tepat di tanggal hari ini 12 Desember 2009. Acara tersebut diadakan dalam rangka MILAD KE VII (Ulang tahun ke-7) Lembaga Dakwah Kampus REFAH IAIN Raden Fatah.

“KONSER KEMANUSIAN IZZATUL ISLAM JAYALAH INDONESIAKU MERDEKALAH PALESTINAKU”, ya begitulah judul dan teman kegiatan tersebut. Aktivis Dakwah akan terus dan selalu serta tak kenal kata henti mengangkat isu-isu tentang fakta yang terjadi dengan saudara kita di Palestina yang saat ini masih terus terjajah oleh Yahudi Laknatullah.
Sebelum dzuhur aku sudah tancap gas (tapi yang neken gasnya bapak sopir bus kota, he..he..) menuju ke tempat acara dengan harapan pas disana langsung shalat dzuhur berjamaah. Kulihat benda kecil berbentuk bulat di bis tersebut jarum panjangnya sudah menunjuk ke angka 3, aku turun di depan rumah makan Palapa dan langsung menuju musholah kecil di belakang ruko-ruko tempat biasanya waktu dulu aku mengajar di Bimbel AZZAM sering shalat. Beruntung aku bertemu dengan kak Sandiyan yang bekerja di sekitaran situ sedang berjalan menuju musholah juga sehingga kami bisa shalat berjamaah karena orang-orang telah selesai shalat. Di musholah aku bertemu juga Mustofa dan Fahmi teman di bimbingan Azzam.
Setelah shalat langkahku langsung menapak bumi menghentak jalan-jalan aspal bergerak menuju sebuah tempat yang tak jauh letaknya. Aku tiba di sebuah kampus yang terletak di belakang SMA N 3 Palembang, kampus yang semakin hari tampaknya gedungnya terus bertambah dan kelihatan sungguh megah, sebuah kampus yang kudengar seletingan kabar bahwa akan berubah menjadi UIN.
Di luar auditorium itu aku melihat beberapa panitia sedang sibuk mempersiapkan acara yang tak lama lagi akan dimulai, sambil melihat keadaan di dalam auditorium tak kusangka aku berjumpa dengan kak Hendra yang aku mengenalnya di Badan Amil Zakat Sumatera Selatan, yang ternyata menurut hemat saya beliau ini semacam tim official dari tim nasyid Senandung Hikmah yang bakal turut meramaikan konser hari ini. Kemudian aku membeli tiket yang sudah tersedia di meja panitia dengan harga untuk pelajar/ mahasiswa 10 ribu, dan untuk umum 15 ribu.
Sekitar pukul 14.00 WIB kang Fery (penyiar/ DJ Elita FM) membuka rangkaian acara konser kemanusiaan, tampil dengan batik kang fery tampaknya begitu apik mengemas urutan acara sehingga membuat peserta tidak menjadi bosan. Setelah kalam ilahi berkumandang dalam ruangan megah tersebut selanjutnya tim nasyid New Fenonema, Senandung Hikmah, Inspirasi, Moslem Generation, secara bergantian tampil di awal acara, kemudian puisi indah sarat makna juga dibawakan oleh mahasiswa IAIN Raden Fatah yang juga Ketua Umum FLP (Forum Lingkar Pena) Sumatera Selatan Akh Ady Az Zumar.
Tibalah acara puncak yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta yakni penampilan tim nasyid nasional Izzatul Islam (IZZIS) dengan beranggotakan 6 orang ikhwan tim nasyid ini menggemparkan suasana auditorium dengan genre nasyid harokinya. Tim nasyid yang lahir dari musholah Izzatul Islam Fakultas MIPA Universitas Indonesia ini tampil dengan menggunakan kostum sederhana bewarna biru cerah. Tampilan memukau mereka dengan satu orang penabuh drum membuat suasana begitu riuh penuh semangat, bendera-bendera mini Palestina dan Indonesia terlihat diangkat dan digerakkan ke kiri dan kanan oleh tangan-tangan peserta yang memegangnya, bahkan banyak sekali ikhwan yang berdiri sambil merangkul pundak rekan di samping kiri dan kananya terus melompat-lompat sambil turut menyanyikan nasyid-nasyid perjuangan yang dibawakan IZZIS di atas panggung, ada juga yang sambil berlarian di depan panggung mengibarkan bendera-bendera. Dan saat IZZIS membawakan tembang nasyid TEKAD segerombolan ikhwan langsung naik ke atas panggung hingga hampir memenuhi panggung, mereka bernyanyi bersama IZZIS sambil merenungi makna dalam lagu nasyid yang satu ini. Lalu IZZIS melantunkan nasyid terakhirnya yang slow berjudul Rabithah, nasyid ini membuat suhu di ruangan tersebut kembali turun menjadi sejuk dan tenang sambil menyelami makna kata demi kata dari nasyid Rabithah yang sungguh menggugah semangat dalam kelembutan nada-nadanya. Acara pun akhirnya ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Ustadz Komar.

Palembang, 12 Desember 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s