Sang Muzakki Perdana Pun Datang


Alhamdulillah sekarang saya kerja sebagai fundraiser (tenaga penghimpun dana zakat) di Badan Amil Zakat Sumatera Selatan. Misi kami punya target yang lumayan tinggi, kami ditargetkan dalam sehari melakukan kunjungan (sosialisasi) zakat ke 20 orang, dan dalam sebulan di targetkan mendapatkan dana zakat sebesar Rp 2 juta, tetapi dengan optimis dan usaha insya Allah target itu akan bisa tergapai. Boleh dibilang pekerjaan ini seperti sales, bedanya kalau sales biasa ada  barang yang dijualkannya, sedang kalau kami yang kami jual zakatnya.

Dan bicara masalah sales terkadang di sebagian besar orang kita memandang rendah untuk pekerjaan yang satu ini, padahal saya pernah baca sebuah buku, pekerjaan sales akan menghantarkan menjadi seorang pengusaha nantinya, kenapa? karena seorang sales dituntut jiwa sosialnya yang tinggi, ia harus mampu membaca tipe-tipe kepribadian orang-orang yang ditemuinnya, ia harus mampu berjiwa melayani sepenuh hati, ia harus mampu mengelolah keluhan-keluhan yang terkadang disampaikan customer, dan ia harus mampu menjaga hubungan harmonis dengan customer dengan beragam cara supaya customer setia, dan masih banyak lagi ilmu pengembangan diri yang bakalan kita dapet dari pekerjaan satu ini, tapi saya pikir kita tidak boleh juga hanya mengandalkan menjadi seorang sales saja, seiring waktu berjalan dan pemahaman kesosialan kita semakin meningkat kita harus menanjak lebih tinggi untuk mencapai masa depan lebih baik, boleh dibilang jadi sales itu baik, tapi pas ilmu-ilmunya udah dapat langsung kita cari peluang untuk bisa memanfaatkan jaringan (networking) luas yang telah terbentuk.

Hari ini 16 Nopember 2009, setelah hari sebelumnya saya mulai menjalankan strategi marketing zakat yang saya rencanakan yakni dengan mengirim sms ke teman-teman yang kerja di BUMN, dan perusahaan-perusahaan bonafit, alhamdulillah udah banyak yang respon dengan tanggapan-tanggapan positif. Dan alhamdulillah dari sekitaran 16 orang yang baru di sms, satu orang langsung “closing” (dalam ilmu marketing “closing” artinya kita berhasil mendapat kesepakatan dari customer akan membeli barang yang kita tawarkan dalam hal ini mereka mau berzakat).

Wisnu Wardana, seorang teman yang sekarang bekerja di PT PLN dan saat ini ditugaskan di area Indralaya, Ogan Ilir. Tak lama setelah saya sms, langsung muncul balasan bahwa kebetulan dia memang ingin mengeluarkan zakat profesinya.

Zakat profesi (gaji/ penghasilan) adalah salah satu jenis dari zakat maal (kekayaan) yang hukumnya wajib kita tunaikan sama seperti zakat fitrah, shalat, puasa, dan ibadah-ibadah wajib lainnya. Tidak semua orang diwajibkan mengeluarkan dana zakatnya, hanya orang-orang yang telah mencapai nishab (batasan) yang kena wajib zakat, nishab dari zakat profesi adalah 91,92 gram emas atau kalau kita rupiahkan sekitaran 23 jutaan dalam satu tahun gaji, artinya jika seseorang total gajinya dalam setahun sudah mencapai 23 jutaan atau lebih, maka ia dikategorikan kena wajib zakat. Dan bila belum mencapai nishab untuk mensucikan harta kita kita bisa mengeluarkan dana infaq/ shadaqah.

Balik lagi ke teman saya Wisnu tadi, saya pun mendatangi rumahnya di Lrg. Sunia Plaju, karena agak-agak lupa rumahnya saya pun dijemputnya. Tiba dirumahnya kami pun bercerita banyak hal, maklum udah lama gak ketemu. Dia pun bilang kakaknya pun mau berzakat juga, bahkan dia bilang kalau dia mau menunaikan zakat profesi nya untuk 2 bulan gaji, kakaknya pengen menunaikan zakat profesinya untuk 9 bulan gaji. Kakaknya Wahyu Afandi, S.T adalah alumni Teknik Pertambangan Unsri yang saat ini bekerja di perusahaan pertambangan Trubaindo Coal Mining (PT Indo Tambang Megah Tbk) di Kalimantan.

Disini saya ceritakan ini bukan bermaksud apa-apa, saya cuman menggugah hati dan kesadaran kita semua bahwa apabila kalau harta kita sudah mencapai nishabnya maka segeralah berzakat, bagi orang-orang yang telah yakin akan manfaat dari zakat maka uang ratusan ribu rupiah bahkan jutaan pun akan sanggup ia keluarkan. Filosofi berzakat sesungguhnya bukanlah mengurangi harta kita, tetapi justru mensucikan dan melipatgandakan zakat yang kita keluarkan 700 kali lipat (QS. Al Baqarah : 261). Dan banyak sekali cerita-cerita keajaiban dari zakat/ infaq/ shadaqah yang sering disampaikan Ustad Yusuf Mansyur.

Uang 230 ribu dikeluarkan Wisnu dari kantongnya untuk menunaikan zakat profesinya untuk 2 bulan gaji, sedang sang kakak Wahyu Afandi mengeluarkan dana 680 ribu dari kantongnya untuk disalurkan sebagai zakat profesinya untuk 4 bulan gaji. Subhanallah, mungkin berkat rasa kedermawan yang tinggi dan keyakinan yang tinggi akan manfaat dari zakat itulah sehingga Allah memberikan dua beradik tersebut  pekerjaan yang benar-benar diincar banyak orang (PLN dan perusahaan pertambangan).

Semoga cerita sederhana ini bisa mengetuk relung hati kita, bahwa ternyata kita punya kewajiban mengeluarkan zakat kekayaan kita, dan semoga hati kita diberikan keyakinan untuk berzakat, karena zakat  memang bukanlah mengurangi harta, akan tetapi justru zakat harta akan dilipatgandakan 700 kali lipat.

2 thoughts on “Sang Muzakki Perdana Pun Datang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s