Talk Show Pumping Teacher di Gramedia Palembang


logo-pumping-(kecil-web)Kamis, 9 Juli 2009 –  Hari ini tepat satu hari setelah rakyat Indonesia menggelar Pilpres 2009 sebuah event 5 tahunan yang begitu memiliki arti penting bagi kemajuan bangsa ini. Suasana kota saya Palembang sepertinya masih adem ayem saja tak ada suasana kisruh setelah pesta demokrasi berlangsung.

Siang hari ini saya pergi menuju ke Sekip untuk membetulkan cartridge printer saya yang lumayan lama tak terpakai karena kabel power printer yang rusak. Tak sampai satu jam menunggu karyawan Cartridge World tempat saya membetulkan cartridge  memberitahu saya bahwa cartridgenya udah selesai dan bisa dipakai kembali, uang 15 ribu pun saya keluarkan dari kantong untuk membayar biaya refill tersebut.

Idaho_Falls_Cartridge_WorldDi saat sebenarnya tugas masih menunggu, untuk sedikit refreshing otak saya pergi ke Gramedia Atmo untuk melihat dan membaca-baca buku GRATIS (he..he..emang hobby gratisan). Tiba di toko buku yang sudah cukup lama ada di Palembang ini sepertinya saya melihat bakal digelar sebuah acara, saya langsung tanya ke salah satu karyawan di sana dan benar memang akan ada acara talkshow interaktif Buku Pumping Teacher yang akan langsung diisi oleh Bapak Amir Tengku Ramly (penulis dan trainer Pumping Indonesia). Dan lagi-lagi acara ini digelar GRATIS, langsung dah tanpa pikir panjang ikut…ikut…ikut…!!!.

fotoAmir Tengku Ramly, Lead Trainer Pumping Indonesia, pendiri & CEO Pumping Indonesia

Pukul 16.30 WIB acara dimulai dengan di moderatori Bapak Dr. Budi Santoso (Salah satu trainer Pumping Indonesia dari Palembang), sekitar 5 menit kata-kata pembukaan microphone acara lalu diberikan ke Bapak Amir Tengku untuk membahas mengenai Pumping Teacher. Bapak alumni IPB (Institut Pertanian Bogor) ini sambil menampilkan slide yang telah dipersiapkan membawakan materi dengan begitu antusias dan menarik sehingga cukup banyak pengunjung Gramedia yang menyaksikan talk show ini.

FOTO BSSDr. Budi Santoso, Trainer Utama Wilayah Palembang dan CEO BSS Palembang

Pumping Teacher merupakan sebuah teknik melejitkan potensi diri yang di aplikasikan untuk para guru, selain Pumping Teacher terdapat juga Pumping Talent  dan Pumping Student yang buku-bukunya juga masih tersedia di Gramedia Atmo. Seperti kata Bapak Amir Tengku, beliau mengatakan sesuai dengan makna dari “pumping” itu sendiri yang artinya memompa beliau menamai konsep baru yang beliau tawarkan ini. Bapak yang juga mengelolah DAPUR UMMAT (sebuah lembaga untuk membantu pendidikan anak jalanan di Bogor) ini menceritakan awal mula beliau menamai pumping karena suatu ketika  beliau sedang melihat buruh bangunan memompa sumur untuk mengambil air yang akan di campur dengan semen. Lalu terjadi dialog di dalam pikiran beliau, kenapa mereka cuma mengambil sedikit  ya ??? Padahal di dalam tanah itu tentu masih melimpah ruah air yang bisa di pompa. Dari sana beliau langsung mengaitkannya dengan otak manusia yang sesungguhnya mempunyai potensi yang luar biasa karunia dari yang Maha Kuasa. Jadilah konsepan Pumping ini dengan segala strateginya guna memompa semaksimal mungkin potensi yang bisa di raih oleh seorang manusia baik di bidang pengajaran (Pumping Teacher), bidang pembelajaran (Pumping Student), ataupun memompa potensi pribadi (Pumping Talent).

Selesai menyampaikan materinya suami dari Erlin Trisyulianti ini membuka sesi tanya jawab, di bawah ini cuplikan tanya jawab yang masih teringat di pikiran saya (Mohon dimaklumi  jika ada yang sedikit keliru karena cuma mengandalkan ingatan saja).

Pertanyaan 1 dari Saya sendiri

Sesuai yang telah Bapak Amir sampaikan tadi bahwa seorang guru yang profesional itu haruslah mengajar sesuai dengan karakter/ kepribadian (Koleris, Sanguninis, Melankolis, Plegmatis) dari peserta didiknya. Lalu bisakah saya sebagai seorang mahasiswa ketika dosen saya tidak bisa menyesuaikan dengan kepribadian saya dalam mengajar, sayalah yang menyesuaikan dengan kepribadian dosen saya tersebut ? Dan kalaupun bisa bagaimanakah caranya? Terima kasih

Jawaban dari Bapak Amir Tengku Ramly

Pasti bisa kalau sudah di level mahasiswa, jadi Anda perlu menggambarkan dosen Anda tersebut pada awalnya, dengan menilai apakah ia seorang introvert ataukah ekstrovert. Kalau ia introvert (orangnya tertutup)  kemungkinan ia memiliki kepribadian Melankolis atau Plegmatis atau bisa juga perpaduan keduanya. Sedangkan bila ia seorang yang ekstrovert (orangnya terbuka) maka kemungkinan ia memiliki kepribadian Koleris atau Sanguninis atau juga perpaduan keduanya. Jadi ketika Anda menghadapi seorang dosen yang melankolis Anda tinggal menampilkan data-data maka dosen tersebut sudah merasa cukup tanpa Anda perlu berbasa-basi dengan segala keindahan tutur kata Anda. Dan akan berbeda ketika Anda menghadapi dosen yang sanguinis, maka cara Anda berbicara akan sangat mempunyai arti baginya.

Pertanyaan 2 dari seorang mahasiswi

Saya ingin bertanya tentang pohon Bambu Cina yang kata Bapak tadi merupakan pohon paling kuat, tadi kata Bapak kriteria pohon yang kuat itu memiliki akar yang mengakar, batang, dan daun (buah). Lalu kalau Bambu Cina dimana buahnya ? Terima kasih

Jawaban dari Bapak Amir Tengku Ramly

Buah dari bambu cina disebut rebung, dan filosofi Bambu Cina ini harus kita contoh karena pohon ini di 5 tahun pertama hidupnya ia hanya menjalarkan akarnya lebih dalam ke tanah, setelah lima tahun barulah ia tumbuh tinggi dengan sangat cepat yakni 3 cm/ hari.

Pertanyaan 3 dari Ibu guru SD di Palembang

Karakter siswa itu memang berbeda-beda ya Pak, tapi terkadang karakter mereka bisa menjadi sama. Contoh ketika saya sedang mengajar di suatu kelas, lalu ternyata kelas sebelah kosong tidak ada guru yang mengajar, sayapun meninggalkan dulu kelas yang sedang saya ajar untuk mengasih tugas di kelas sebelah. Dan pas saya kembali ke kelas saya maka mereka semua memiliki karakter yang sama dengan membuat keributan di kelas. Bagaimana mengatasinya Pak? Terima kasih

Jawaban dari Bapak Amir Tengku Ramly

Ibu harus mengatasinya sesuai karakter mereka masing-masing, pada saat menghadapi anak yang melankolis mungkin tidak bisa mengatakan “eh kamu ini selalu bikin masalah”, karena akan terngiang selalu di otaknya bahwa ia sang trouble maker. Beda pada saat ibu menghadapi anak yang koleris mungkin dengan kata-kata seperti tadi baru ia akan jera berbuat salah.

cover pump-studentPumping Student, salah satu buku karya Amir Tengku Ramly

Di akhir acara setelah membolak-balik halaman buku dan  sedikit banyak membaca isi buku Pumping Student, saya cukup tertarik dan berminat dengan buku tersebut. Buku itupun saya beli dengan harga Rp 31.500,- untuk menambah wawasan saya dan untuk terus melejitkan potensi-potensi karunia Allah SWT yang belum banyak yang bisa dipompa untuk di manifestasikan dalam kehidupan nyata.

Demikianlah sedikit berbagi kisah hidup saya hari ini, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Wallahu ‘alam bi showab.

5 thoughts on “Talk Show Pumping Teacher di Gramedia Palembang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s