Bersiap Memberikan LPJ Kepada Orang Tua


splash

Episode kehidupan menikmati masa kuliah tak terasa akan segera selesai tayang, durasi tiga tahun ternyata dilewati dengan begitu sangat cepat meninggalkan berbagai memori dengan segala hikmahnya. Pernah mendengar perkataan dari seorang sahabat bahwa jalannya waktu bagi seorang aktifis akan sangat cepat , dan hal itu benar adanya saya rasakan ketika sekarang ternyata tak terasa saya sudah berada di ujung jalan menuju titik finish perjalanan mencari mata air ilmu yang kelak akan membawa kecerahan masa depan.

Dulu ketika selesai dari SMA saya berkeinginan dan bertekad bisa mendapatkan satu bangku kuliah di Fasilkom (Fakultas Ilmu Komputer) Unsri, komputer memang sebuah bidang yang amat saya minati dari dulu, ikhtiar pun saya lakukan untuk meraih impian tadi salah satunya dengan mengikuti program super intensif SPMB bimbingan belajar Nurul Fikri Jl. Sudirman Palembang.

bkbDi tengah perjalanan belajar di Nurul Fikri ayah membawakan dan memberikan ku sebuah brosur, dan ternyata brosur tersebut adalah brosur info tentang Fasilkom Unsri. Dan dari brosur tersebut sebuah hal yang paling disoroti dalah mengenai biaya pendidikan di sana. Saya juga cukup terkejut melihat nominal angka yang tercetak hitam di brosur tersebut, jumlah biaya yang lumayan tinggi buat keluargaku. Akhirnya setelah sedikit dialog dengan sang ayah akhirnya saya harus memupuskan harapan dan menghapus keinginan untuk bisa melanjutkan pendidikan di Fasilkom Unsri. Dan dengan itu pula saya memutuskan untuk tidak melanjutkan bimbel di NF, dan mengambil opsi Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) karena alhamdulillah kebetulan saya sudah diterima PMP disini dengan jurusan Teknik Telekomunikasi.

untitled

Proses demi proses saya ikuti dan lewati guna melanjutkan ke Polsri, dan tibalah saya ke tahapan tes butawarna yang akhirnya menjadi sebuah skenario indah kehidupan dari Allah bagiku karena saya bisa mengambil jurusan Teknik Komputer di Polsri, jurusan yang memang saya idamkan. Pada saat pengajuan PMP di SMA dulu dari pihak sekolah sudah memberikan kebebasan untuk memilih jurusan apa di Polsri tetapi dengan catatan tidak boleh memilih jurusan yang sama karena ditakutkan ada yang tidak diterima. Saat itu jurusan Teknik Komputer sudah keduluan dipilih oleh teman Meita namanya, kebetulan sekarang sekelas lagi dengannya. Dan saya pun harus mengalah dengan memilih jurusan Teknik Telekomunikasi. Lalu saya lanjutkan pada saat tes buta warna tadi, ternyata hasilnya walaupun menyedihkan karena saya divonis menderita yang dalam bahasa Sekayu disebut colour blind (butawarna), tetapi kesedihan itu rasanya bisa tertutupi dengan kegembiraan karena saya disarankan untuk pindah jurusan, dan akhirnya saya bisa memilih jurusan Teknik Komputer.

Sekarang masa tiga tahun pendidikan diploma III Teknik Komputer sudah hampir diselesaikan, dan saatnya untuk mengevaluasi dan memberikan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) kepada orang tua apa yang sudah bisa dihasilkan selama tiga tahun kuliah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s