Ketika Facebook Diharamkan


mark_1251211c

Saya yakin topik ini sangat menarik dibahas apalagi di kalangan maniak facebook yang sudah mencapai jutaan orang di Indonesia ini. Pernyataan haram ini dikeluarkan oleh ulama Jawa Timur hari Jumat 22 Mei 2009 yang lalu dan langsung menjadi bahan pembicaraan di banyak kalangan.

Situs jejaring sosial satu ini memang cukup melesat cepat pertumbuhannya di negeri kita, tadi pagi saya melihat tayangan Apa Kabar Indonesia, disana digambarkan urutan situs paling banyak pengunjungnya di Indonesia dan di dunia. Ternyata Facebook menempati urutan kedua di bawah google dan kalau di tingkat dunia menempati posisi ke lima setelah google, yahoo, youtube, dan windows live.

Fenomena Facebook memang cukup luar biasa melanda pengguna internet di Indonesia, mulai dari pelajar, mahasiswa, karyawan kantor, calon legislatif, calon presiden, bahkan anak SD pun udah punya yang namanya Facebook. Wajar ketika Facebook menempati urutan kedua situs paling banyak diakses di Indonesia. Mark Zuckerberg 23 tahun seorang mahasiswa lulusan Havard University, siapa yang mengira ide anak muda satu ini sekarang telah mendunia. Mark adalah orang yang menciptakan Facebook dan sekarang ia telah dinobatkan sebagai anak muda terkaya versi Forbes.

Semakin berkembangnya isu pengharaman Facebook ini membuat sebuah institusi yang bernama MUI menjadi sasaran gunjingan masyarakat karena kesalahan pemberitaan, ini cukup membuat nama MUI tercemar, padahal bukanlah MUI yang mengeluarkan fatwa haram tersebut. Fatwa pengharaman Facebook itu dilontarkan oleh FMPP (forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri) se – Jawa Timur dan FMPP merekomendasikan kepada MUI agar fatwa haram itu segera dikeluarkan. Dan sampai sekarang MUI tidak mengeluarkan fatwa haram tersebut, karena memang tidak alasan yang kuat untuk mengharamkan hal itu. Dan pernyataan dari FMPP itupun sampai sekarang masih kontroversial karena ada yang mengatakan Facebook diharamkan, dan ada juga yang mengatakan penggunaan Facebook yang menyimpang itu yang haram.

Pembaca tulisan ini dan seluruh pengguna Facebook saya kira akan sepakat bahwa bukan Facebooknya yang salah, tetapi orang yang menggunakan media Facebook itu yang salah. Karena kalau Facebook itu sifatnya netral tergantung siapa yang menggunakannya. Sama seperti penggunaan friendster, chatting,ataupun handphone sebagai piranti komunikasi. Dan kita tidak pungkiri bahwa memang ada oknum yang berbuat negatif dengan memanfaatkan teknologi Facebook, dan itu yang mungkin terlihat oleh FMPP sehingga mereka sepakat mengeluarkan fatwa haram, padahal banyak sekali manfaat yang bisa dapatkan di Facebook seperti bisa memperluas jalinan pertemanan dan silaturrahim, bisa juga untuk membangun bisnis, bahkan Facebook juga bisa kita manfaatkan sebagai media dakwah dengan saling memberikan taushiyah.

Ditulis oleh Satriawan Wijaya, pukul 21.36 WIB 26 Mei 2009

2 thoughts on “Ketika Facebook Diharamkan

  1. Iklan Gratis says:

    Pengeluaran fatwa ulama mengenai suatu hal memang sesuatu yang wajar, apalagi menyangkut kepentingan umat. termasuk mengenai facebook. kalau menurut hemat saya, facebook sama dengan hal lainnya. yaitu mengandung manfaat dan madharat tergantung dari aspek si pengguna. kalau dipergunakan sebagai wasilah untuk menyambung tali silaturahim atau bahkan berdakwah sekalipun, tentu akan sangat bermanfaat nilainya. namun lain halnya apabila digunakan untuk yang berkebalikan.
    oleh karena itu, sebagai masyarakat umum hendaknya kita mafhum dengan adanya fatwa semacam ini. pada dasarnya bukan untuk mengintervensi umat secara utuh, namun lebih kepada upaya preventif dari para ulama agar umatnya tidak terjerumus ke dalam jurang dosa.
    Mengembalikan Jati Diri Bangsa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s