DARI BANK MENUJU NERAKA


islamicfinanceBerbicara masalah bank tentu bukanlah sebuah hal yang aneh lagi di era globalisasi sekarang ini, kalau dulu mungkin kita menyimpan uang di bawah kasur dengan segala resikonya sekarang di atas kasur kita bisa sambil tidur-tiduran bertransaksi keuangan (menyimpan, mengambil, ataupun mentransfer) hanya dengan menekan keypad hp kita dengan memanfaatkan teknologi sms banking atau internet banking.

Itulah satu dari sekian banyak manfaat dari sebuah bank yang hingga saat ini terus berinovasi demi memberi kemudahan nasabahnya dalam melakukan transaksi keuangan mereka. Tapi tahukah Anda dengan segala macam kebaikannya bank juga ternyata bisa membawa kita ke dalam kesengsaraan abadi (neraka, red) jikalau kita tidak pandai-pandai memilih jasa perbankan yang akan kita gunakan.

Penulis yakin pembaca sekalian pasti pernah mendengar istilah riba, nah hal inilah yang disadari atau tidak masih sering disepelehkan oleh kebanyakan orang bahkan aktivis dakwah sekalipun. Padahal sekarang sudah banyak bank syariah yang akan menghindarkan kita dari praktik riba, seperti Bank Muamalat, Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah, Bank BRI Syariah, dll. Selain bank, asuransi dan jual beli kredit juga bisa menjadi tempat praktik riba, sebagai jawabannya sekarang telah ada berbagai asuransi dan jual beli kredit syariah seperti asuransi Takaful, FIF Syariah, dll. Ternyata perlu kita pahami bersama bahwa riba bukan perkara biasa yang bisa disepelehkan. Berikut adalah beberapa keburukan riba berdasarkan dalil Al Quran dan sunnah yang penulis kutip dari tulisan ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag. situs http://www.eramuslim.com.

1. Orang yang memakan riba, diibaratkan seperti orang yang tidak bisa berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan, lantaran (penyakit gila). (QS. 2 : 275).

2. Pemakan riba, akan kekal berada di dalam neraka. (QS. 2 : 275).

3. Orang yang “kekeh” dalam bermuamalah dengan riba, akan diperangi oleh Allah dan rasul-Nya. (QS. 2 : 278 – 279).

4. Seluruh pemain riba; kreditur, debitur, pencatat, saksi, notaris dan semua yang terlibat, akan mendapatkan laknat dari Allah dan rasul-Nya. Dalam sebuah hadits diriwayatkan : “Dari Jabir ra bahwa Rasulullah SAW melaknat pemakan riba, yang memberikannya, pencatatnya dan saksi-saksinya.” Kemudian beliau berkata, “ Mereka semua sama!”. (HR. Muslim)

5. Suatu kaum yang dengan jelas “menampakkan” (baca ; menggunakan) sistem ribawi, akan mendapatkan azab dari Allah SWT. Dalam sebuah hadits diriwayatkan : “Dari Abdullah bin Mas’ud ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu kaum menampakkan (melakukan dan menggunakan dengan terang-terangan) riba dan zina, melainkan mereka menghalalkan bagi diri mereka sendiri azab dari Allah.” (HR. Ibnu Majah)

6. Dosa memakan riba (dan ia tahu bahwa riba itu dosa) adalah lebih berat daripada tiga puluh enam kali perzinaan. Dalam sebuah hadits diriwayatkan : “Dari Abdullah bin Handzalah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Satu dirham riba yang dimakan oleh seseorang dan ia mengetahuinya, maka hal itu lebih berat dari pada tiga puluh enam kali perzinaan.” (HR. Ahmad, Daruqutni dan Thabrani).

7. Bahwa tingkatan riba yang paling kecil adalah seperti seorang lelaki yang berzina dengan ibu kandungnya sendiri. Dalam sebuah hadits diriwayatkan : “Dari Abdullah bin Mas’ud ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Riba itu tujuh puluh tiga pintu, dan pintu yang paling ringan dari riba adalah seperti seorang lelaki yang berzina dengan ibu kandungnya sendiri.” (HR. Hakim, Ibnu Majah dan Baihaqi).

Ditulis oleh Satriawan Wijaya, pukul 09.30 WIB 12 Mei 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s