Menuai Sejarah Emas Baru di UKM KARISMA


3Sebuah amanah hasil keputusan Musyawarah Besar pada tanggal 30 Rabiul Tsani 1430 H/ 26 April 2009 telah menyepakati sebuah penyempurnaan nama LDK Politeknik Negeri Sriwijaya yang dulunya bernama LDK AL ISLAM menjadi UKM KARISMA (KELUARGA TARBIYAH ISLAMIYAH).

Wacana pergantian nama ini sebenarnya sudah muncul ke permukaan semenjak MUBES tahun lalu tepatnya tanggal 27 Januari 2008, namun tampaknya karena keterbatasan waktu dan lain sebagainya kesepakatan MUBES tahun lalu hanya sebatas penyempurnaan nama LDK kami yang pada tahun sebelumnya bernama UKM ROHIS AL ISLAM menjadi UKM LDK AL ISLAM.

Terkait penyempurnaan nama LDK ini bukanlah sebuah hal yang bersifat  dadakan tapi sudah menjadi bahan perenungan dari berbagai saran, nasihat, serta kritikan yang lumayan sering masuk ke telinga. Alasan yang mendasari penyempurnaan nama ini adalah pertama banyak menimbulkan ambigu di beberapa orang baik di kalangan mahasiswa ataupun birokrat di kampus kami sendiri, karena LDK kami dalam struktural ORMAWA  (Organisasi Mahasiswa) di kampus berada di tingkatan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan berkoordinasi dengan BEM. Jadi ketika harus menggunakan nama UKM LDK AL ISLAM akan terdapat dua kata yang membingungkan karena dipakai bersama yakni UKM dan LDK, UKM = Unit Kegiatan Mahasiswa sedangkan LDK = Lembaga Dakwah Kampus sepertinya agak menimbulkan kontradiktif makna. Jadi kami menyepakati memakai nama UKM KARISMA, dan KARISMA sendiri merupakan sebuah bentuk dari LDK meskipun tidak secara formal ditulis dalam manhaj (pedoman) organisasi. Alasan kedua karena nama LDK yang dipakai sebelumnya yakni AL ISLAM terasa kurang terasa maknanya sebagai nama sebuah lembaga dakwah kampus, karena memang ISLAM yang menjadi asas dalam pergerakan organisasi ini.

Mengapa Harus KARISMA

Sedikit mengingat kembali suasana sidang komisi B pada saat MUBES kemarin, di komisi B diberi amanah untuk membahas AD/ ART Organisasi termasuk di dalamnya mengenai nama LDK itu sendiri.

Sidang komisi yang dipimpin Akh Alminata Hussein ini menyepakati bahwa komisi B hanya menetapkan nama-nama usulan (rekomendasi), nantinya yang menyepakatinya bersama adalah seluruh peserta MUBES pada saat sidang pleno. Munculah tiga buah opsi nama pertama Fii Sabilillah, kemudian KARISMA (Keluarga Tarbiyah Islamiyah), dan terakhir GHIROH AL ISLAM.

Saya tidak akan memaparkan filosofi mengenai dua nama yang belum disepakati di atas, tapi cuma akan menjelaskan sebuah filosofi mengapa harus KARISMA?

KARISMA (Keluarga Tarbiyah Islamiyah) terdiri dari tiga buah suku kata keluarga, tarbiyah, dan islamiyah. Sebelum menelusuri makna tersirat tiga kata tersebut KARISMA sendiri kalau kita lihat konteks katanya sendiri “KARISMA” sudah mempunyai makna yang baik yakni menunjukkan sebuah kekhasan tersendiri. Sedikit intermezzo terkait dengan pemilihan nama KARISMA ini sempat juga terdengar sedikit celotehan yang menggelitik dari kader yang mengatakan bahwa, “wah LDK kita ada di Palembang Indah Mall (PIM) ya”, memang di PIM terdapat sebuah toko buku yang mempunyai kesamaan nama, namun tidak menutup kemungkinan suatu saat LDK KARISMA benar-benar ada di PIM, amiiin.

Kita balik ke topik lagi,

Keluarga, mendengar kata keluarga rasanya naluri perasa kita akan mendapatkan sinyal perasaan yang sama akan sebuah nilai kasih sayang yang tulus, saling tolong menolong, dan keterbukaan, dan masih banyak lagi nilai-nilai kekeluargaan yang amat sangat penting kita terapkan dalam budaya berorganisasi kita. Itulah kenapa kami memilih keluarga.

Tarbiyah, secara harfiah (bahasa) tarbiyah berasal dari bahasa Arab yang kalau kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia mempunyai arti pendidikan. Tetapi penggunaan kata tarbiyah sendiri di kalangan aktivis dakwah biasanya sudah mewakili maknanya sebagai sebuah pendidikan/ pembinaan keIslaman. Tanpa tarbiyah maka sungguh hanya ada kehampaan dan kehambaran yang ada dalam lembaga dakwah kampus ini, karena pondasi dasar dakwah ini dibangun dari tarbiyah.

Islamiyah, kata terakhir ini menunjukkan penekanan saja bahwasannya dakwah ini adalah dakwah Islam, pendidikan atau pembinaan kader yang dilakukan rutin di tiap minggu merupakan proses pentransferan nilai-nilai Islami kepada objek dakwah dalam hal ini mahasiswa.

Semoga langkah yang kami tempuh ini adalah langkah-langkah terbaik dan terarah dari Sang Maha Kuasa guna terus bergerak dengan hanya satu tujuan hanya Allah semata, dan terus memantapkan eksistensi LDK di kampus tercinta Politeknik Negeri Sriwijaya.

Sepucuk surat terbuka untuk pengurus UKM KARISMA 2009-2010

Ikhwan dan akwat fillah yang rahmati Allah SWT,

Rasa syukur kita kepada Allah SWT akan curahan dan limpahan nikmat-Nya yang tak terhingga kepada kita hamba-Nya, tanpa takdir dan hidayah-Nya mungkin kita tidak akan berjalan di atas rel dakwah yang sedang kita lalui sekarang ini, sebuah rel yang menjanjikan kita dengan tempat pemberhentian indah bernama Surga. Shalawat beriring Salam kita sampaikan kepada Qudwah wal Uswah, Murobbi kita Nabi Muhammad SAW.

Ikwan dan akhwat fillah,

Regenerasi adalah sebuah keniscayaan, tetapi akanlah sangat merugi dan celakalah kita jikalau proses regenerasi itu tidak kita hiasi dengan satu kata yang kita sebut PERUBAHAN. Perubahan yang saya maksud tentunya perubahan ke arah yang lebih baik.

Satu dekade lebih kita telah mewarnai kampus POLSRI dengan cahaya Islam yang terang dan menyejukkan Telah begitu banyak deraian keringat yang mengalir dari pori-pori aktivis dakwah kampus ini, ide-ide cemerlang juga telah banyak terlahir dari karunia akal pikiran yang tak kenal lelah berpikir dan memeras otak, berjuta atau mungkin berpuluh-puluh juta rupiah telah melayang dari kantong kas LDK ataupun kantong pribadi kader tanpa kesia-siaan.

Hari ini dakwah semakin terbuka dengan segala kebaikan dan keburukannya, sedikit memakai istilah Kang Ridwansyah Yusuf Achmad (Kepala GAMAIS ITB 07-08) pola gerak dakwah sekarang ini adalah Post-Modern Islamic Movement artinya dalam mengambil kebijakan dan melakukan pemahaman nilai atau value terhadap kader haruslah berdasarkan data dan rasionalitas sebagai guardian (pelindung) dalam mengambil kebijakan.

Dakwah era baru sekarang ini juga membutuhkan kader-kader dakwah yang memiliki ketawazunan (keseimbangan) dalam akademik dan organisasinya. Itulah kenapa sekarang ini LDK mulai diarahkan “Menuju LDK Berbasis Kompetensi”. Artinya setiap potensi akademik kader harus dimanfaatkan guna menopang lahan kerja dakwah yang semakin meluas. Bukankah akan lebih mudah melakukan pendekatan terhadap objek dakwah kalau kita memiliki IPK yang tinggi.

Selain itu juga kepribadian kader LDK yang terkadang masih terkesan esklusif harus segera diubah menjadi sosok kader yang inklusif. Sosok kader inklusif adalah sosok kader yang mampu menempatkan dirinya dimanapun dia berada baik di kelas, di lingkungan rumah, ataupun dalam urusan birokrasi kampus.

Dan mungkin salah satu hal penting yang belum terlihat di LDK kita adalah pencampaian terhadap visi dakwah kampus itu sendiri. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa visi dakwah kampus secara nasional adalah

“Adanya suplai alumni yang berafiliasi kepada Islam serta Optimalisasi peran kampus dalam mentransformasikan masyarakat menuju masyarakat islami”

Yang kita tekankan terlebih dahulu adalah di bagian kalimat “adanya suplai alumni yang berafiliasi kepada Islam”. Mungkin hal ini disebabkan juga oleh faktor akademik yang hanya tiga tahun kuliah, sehingga menyebabkan kekurang matangan dan belum siapnya kader membawa Risalah mulia ini dalam dunia kerja nyata ataupun ke dalam masyarakat.  Sepertinya dalam urusan satu ini menjadi PR besar untuk segera diselesaikan dan dicarikan solusi terbaiknya.

Banyak sekali sekarang ini media yang bisa kita manfaatkan untuk menambal sisi-sisi yang bolong di LDK kita. Salah satunya melalui buku yang sekarang ini sedang tumbuh pesat mengangkat tema-tema dakwah kampus seperti : Risalah Manajemen Dakwah Kampus, Pedoman Lembaga Dakwah Kampus, Rekayasa Dakwah Kampus, Analisa Instan Problematika Dakwah Kampus, kesemua buku yang saya sebut ini terbitan dari GAMAIS Press yang merupakan anak perusahaan dari GAMAIS Corporation yang dimiliki oleh LDK GAMAIS ITB.

Ikwah dan akhwat fillah,

Dalam tulisan ini juga saya ingin menyampaikan pesan-pesan yang insya Allah jikalau ada hikmah yang bisa di ambil tolong direnungkan dan di manfaatkan, dan jikalau ada kesalahan mohon saya diingatkan.

Bismillahirrahmaanirrahiim,

UKM KARISMA mempunyai chance (kesempatan) yang besar untuk bisa berkembang lebih baik dan lebih cepat, salah satunya karena hubungan dengan pihak Lembaga sudah semakin membaik. Titik tekan yang saya harapkan adalah mengenai legalitas mentoring.

Untuk seluruh pengurus UKM KARISMA 09-10,

  • Barisan yang kokoh dan solid adalah sebuah starting point yang baik dalam menjalankan satu tahun masa kepengurusan.
  • Budaya kekeluargaan diharapkan benar-benar diterapkan dalam kehidupan berorganisasi.
  • Perlu juga diketahui Ketum yang baru sekarang ini mempunyai tipe kepribadian yang sama dengan saya yakni Plegmatis perpaduan melankolis, tipe kepribadian Plegmatis ini mempunyai beberapa sisi-sisi kekurangan yang dengan amal jama’i inilah kita bisa saling melengkapi kekurangan tersebut dengan potensi yang ada di setiap kader, diantara kekurangan kepribadian Plegmatis adalah agak susah membuat keputusan.

Untuk Ketua Umum UKM KARISMA 09-10,

  • Unsur ruhiyah (ibadah) merupakan unsur urgen yang musti selalu diingatkan dan ditingkatkan ke seluruh kader dan jajaran pengurus
  • Saya amat yakin dengan kemampuan antum dan juga didukung tipe kepribadian antum yang Plegmatis, antum bisa merangkul semua kader, pengurus, mahasiswa ‘ammah, dan seluruh civitas akademika guna melakukan akselerasi LDK menuju arah yang lebih baik
Posted in: LDK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s