Orasi Ilmiah Semarakkan Dies Natalis XXVI Polsri


Polsri, 18 Oktober 2008 – Dua puluh enam tahun sudah Politeknik Negeri Sriwijaya menjadi sebuah institusi pendidikan tinggi yang membangun generasi muda Indonesia menjadi para intelektual muda harapan bangsa. Seiring bertambahnya usia tersebut perbaikan telah dilakukan disana-sini, Polsri dahulu telah berbeda dengan Polsri sekarang.

Pembangunan secara fisik maupun pembangunan mental terus digarap guna menghasilkan alumni yang siap pakai dalam dunia kerja baik itu di pemerintahan ataupun swasta. Dahulu Polsri bernama Politeknik Universitas Sriwijaya, lalu berganti menjadi Politeknik Negeri Sriwijaya sebuah institusi yang mandiri dan lepas dari Universitas Sriwijaya.

Di ulang tahunnya yang ke 26 ini Polsri kembali menggelar acara rutinnya yakni Dies Natalis XXVI yang bertempat di Aula KPA Politeknik Negeri Sriwijaya. Peringatan Dies Natalis kali ini mengambil tema “Penguatan Jejaring Polsri dengan Stakeholder dalam menuju dunia kerja”.

Acara diawali dengan sebuah prosesi yang cukup unik dimana Direktur, Pembantu-pembantu Direktur, Sekretaris Senat, dan anggota Senat dengan menggunakan seragam wisuda dan memakai toga menapaki karpet merah menuju panggung aula. Prosesi ini dipimpin oleh Bapak Rusman (bagian kemahasiswaan) yang tegak berdiri di depan rombongan dengan membawa sebuah tongkat dan memakai pakaian adat daerah dengan langkah pasti mengantarkan rombongan ke tempat yang dituju.

Setelah prosesi tersebut berakhir Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya Bapak RD. Kusumanto,S.T,M.M langsung menyampaikan kata sambutan dan membuka secara resmi rangkaian acara Dies Natalis XXVI dengan agenda Rapat Senat Khusus Terbuka yang diisi dengan Orasi Ilmiah oleh seorang narasumber. Tepuk tangan dari seluruh peserta tanda resminya acara dimulai membuat ruangan cukup menjadi semarak.

Rupanya narasumber Orasi Ilmiah bukan sembarang orang, direncanakan yang mengisi Orasi Ilmiah ini adalah Bapak Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh, mungkin karena beliau berhalangan beliau digantikan oleh staf ahlinya.

Drs. Henri Subiakto,S.H,M.A adalah staf ahli Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia bidang media massa. Bapak sekretaris senat terlebih dahulu membacakan CV dari Bapak Henri Subiakto sebelum Bapak Henri menyampaikan materinya yang copy-an materi tersebut telah terlebih dahulu dibagikan kepada peserta acara, tetapi sayangnya mahasiswa yang ikut dalam kegiatan ini tidak mendapat copy materi tersebut .

Judul orasi yang disampaikan Bapak yang merupakan alumni Univeristas Gajah Madah ini adalah “Peranan ICT (Information, Communication, and Technology), Tantangan dan Peluang bagi Politeknik Negeri Sriwijaya”. Pemaparan materi yang menarik membuat peserta semakin antusias dengan mendengarkan secara serius, apalagi bagi mahasiswa jurusan ICT seperi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer materi tersebut sangat terkait sekali dengan jurusan mereka.

The World Is Flat begitulah Bapak yang sempat mengeyam pendidikan di Inggris, AS, Australia, dan Korea ini mengistilahkan keadaan Bumi saat ini yang sangat ditopang sekali dengan kemajuan teknologi di bidang ICT. The World Is Flat yang berarti Dunia adalah datar artinya saat ini bagian bumi mana saja sama dan tak ada bedanya semuanya bisa menjadi negara yang maju, tinggal siapa yang bisa menangkap peluang dari kesempatan ini untuk menjadi pemenang dalam kompetisi global ini.

Salah satu contoh yang disebutkan Bapak Henri adalah negara India yang mungkin dulu kita mengenal negara ini sebagai negara biasa. Tetapi ternyata sekarang India telah berhasil mengejar ketertinggalannya khususnya dalam bidang ICT ini, melalui ICT negara India maju pesat para ahli dan pakar banyak terlahir dari negara yang menyembah sapi ini. Bahkan para orangtua di Amerika Serikat lebih memilih pengajar dari India daripada negaranya sendiri untuk mengajar privat anak-anak mereka belajar bahasa inggris. Tetapi bukan berarti pengajar dari India tersebut datang langsung ke AS untuk menemui murid-murid mereka, disini ICT berperan melalui sebuah webcam sebuah kursus bisa terjalin dengan guru yang berada di negara India dan muridnya tetap di rumah mereka di Amerika Serikat. Sungguh luar biasa memang ketika kita benar-benar mampu memanfaatkan secara serius bidang ICT ini.

Pemaparan yang disugukan oleh Bapak yang sekarang tengah menempuh pendidikan S3nya ini sungguh membuat peserta termotivasi untuk bisa berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi ke depannya guna menyongsong Indonesia yang unggul. Bukankah dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang lalu kita sama-sama telah berikrar “Indonesia BISA” semoga dua kata ini terus memompa semangat kita generasi harapan bangsa untuk membuat perubahan bagi negeri Indonesia tercinta.

2 thoughts on “Orasi Ilmiah Semarakkan Dies Natalis XXVI Polsri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s