Sulitkah Berubah Itu


“…Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (Ar-Ra’d, QS, 13: 11)

Jika kita kembali menyelami lebih dalam makna ayat ini, sungguh sangat penting kita berusaha untuk berubah guna memperbaiki kekurangan-kekurangan diri. Jika tidak dilakukan, maka seperti yang firman tersebut Allah tidak akan merubahnya.

Jujur saya pribadi mempunyai banyak sekali kekurangan, karena memang sudah menjadi sebuah fitrah Allah SWT menciptakan kita dengan segala potensi kebaikannya, dan tak lupa ada juga potensi keburukannya.

Beberapa hari yang lalu di situs Pak Romi Satria Wahono saya mendapat sebuah pencerahan bagaimana caranya manajemen waktu yang baik. Dalam tulisannya beliau memberikan tiga tips yakni kurangi tidur, kurangi tidur, dan kurangi tidur. Wah ketika membaca tulisan tersebut pengen rasanya diri ini langsung mempraktikkan anjuran orang sukses kayak pak Romi.

Tapi terkadang di saat tiba praktiknya, bermacam alasan, mungkin juga persepsi, godaan syetan juga pastinya membuat apa yang kita inginkan terkadang hanya jadi sebuah keinginan yang tak terungkapkan secara real. Mengenai hal yang satu ini (manajemen waktu) saya sangat kewalahan sekali mencari berbagai cara agar bisa melakukan manajemennya dengan baik, tetapi sampai saat saya posting ini keinginan itu masih belum tercapai.

Beberapa hari ini juga manajemen waktu semakin kacau, karena saya sepertinya mengalami sindrom ketagihan blogging. Hampir tiap hari saya nongkrong di warnet untuk melakukan berbagai hal utamanya blogging tadi. Bahkan terkadang sampai dua atau tiga kali ke warnet di tiap harinya. Padahal berentet tugas masih banyak yang belum dikerjakan.

Satu hal lagi yang merupakan kebiasaan yang sangat tidak perlu di pelihara adalah kebiasaan menunda melakukan sesuatu, hal yang paling nampak di pribadi saya yakni ketika hendak pergi ke kampus atau syuro (rapat). Entah kenapa sangat sulit sekali menghilangkan penyakit yang satu ini, bahkan walaupun kampus saya sudah menerapkan sistem kompensasi keterlambatan (jadi setiap terlambat itu dihitung, lalu diakhir semester dijumlahkan menit keterlambatan itu untuk diganti dengan tugas pembersihan) tetap tidak bisa mencegah penyebaran virus ini.

Mungkin melalui tulisan ini besar harapan dari sahabat sekalian dapat membantu memberikan solusi, sungguh saya yakin akan mendapati masa depan yang suram jikalau diri pribadi saya tidak bisa mencari solusi permasalahan-permasalahan ini. Oleh karena itu sekali lagi mohon bantuan dan sharing ilmunya.

Terima kasih

One thought on “Sulitkah Berubah Itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s