Coming Soon : B-LIFE Computer Center

Oktober 8, 2009

BLife CC fix

” Go with ICT, Life with BAROKAH “

- Dibutuhkan segera para investor yang berminat -


Merangkai Ukhuwah Merajut Ilmu di Kampus Kenangan

Oktober 6, 2009

untitled

Euforia kelulusan UN rasanya baru saja kami lewati, sebuah episode kehidupan yang membuat kami bisa keluar dari cengkraman rasa takut tidak lulus ujian pada waktu itu. Gerbong kehidupan menuju stasiun KESUKSESAN mesti terus melaju dan langkah-langkah pasti juga harus tetap menapak kuat di tempat kaki berpijak.
Politeknik Negeri Sriwijaya Alhamdulillah ditetapkan Allah sebagai estafet pendidikan selanjutnya, sebuah kampus di bumi Sriwijaya yang dikenal dengan kedisiplinannya. Awal masa pendidikan di kampus harus kami lewati dengan mengikuti Pendidikan Dasar Kedisiplinan (DIKSARLIN) yang dibina oleh KODAM II Sriwijaya, masa-masa yang dikatakan sebagai suatu masa yang enak untuk dikenang, dan tidak enak untuk diulang. Jungkir balik, merayap, push up, pergi pukul 6 pulang pukul 6, kehujanan, makan dalam waktu hanya 5 menit adalah sebagian dari aktivitas penggemblengan kedisiplinan kami, dan tidak heran akhirnya keterikatan hati dengan kawan-kawan sekelompok rasanya begitu erat sekali saat di masa ini, karena memang selalu bersama melewati pahit manis nya DIKSARLIN. Sayang terkadang jalinan ukhuwah yang sudah terbentuk terkadang banyak yang lepas dikarenakan lupa dan kesibukan masing-masing saat di kampus.

Masa perkuliahan dimulai, SKS (Sistem Kredit Semester) yang sudah terpaket dan waktu belajar yang begitu teratur bagi saya pribadi adalah hal yang sangat baik dalam pembelajaran di Polsri. Dengan sistem begitu mahasiswa Polsri direncanakan dalam waktu tiga tahun akan menyelesaikan rangkaian pendidikan jenjang DIII nya, kecuali kalau terjadi Stop Out (SO), Drop Out (DO), dan Ditunda tiga bulan dikarenakan tidak lulus ujian Laporan Akhir.
Dalam perkuliahan kami dibagi dalam kelas-kelas yang dalam satu kelasnya lebih kurang terdapat 24 orang, dan dalam setiap kelas pun terdapat ketua kelas, sekretaris, bendahara, dan struktur lainnya sama seperti saat masa SMA dulu.
Organisasi juga hal yang begitu banyak mewarnai kehidupan kampus, sayang sekali kalau di kampus kita hanya menjadi mahasiswa K3 (Kuliah, Kos, dan Kantin). Melalui organisasi kita ditempa menjadi manusia yang lebih baik, karena kita akan dihadapkan dengan permasalahan, dan kita tidak perlu takut dan gentar menatap masalah-masalah itu, karena disitulah ladang pembelajaran kita, belajar manajemen waktu, belajar cepat mengambil keputusan dalam kondisi genting, belajar memahami karakter manusia, belajar dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan, belajar bicara di depan publik, belajar akan indahnya sebuah perbedaan, belajar mengatur orang, belajar mengatur keuangan, dan masih banyak lagi keuntungan lain yang akan kita dapati dalam organisasi.
Dan akhirnya tiga tahun sudah kami lewati masa-masa di saat kami harus bisa menyeimbangkan (tawazun) antara kehidupan organisasi dan kehidupan akademik kami. Yang telah berhasil Alhamdulillah dan bagi yang belum berhasil menyeimbangkan keduanya tetap semangat karena kita harus tetap menjadi Sang Pembelajar. Salam SUKSES !!!
Ditulis di sebuah kos, pukul 06.17 WIB 6 Oktober 2009


Ayat-ayat Allah SWT Dalam Gempa Sumatera

Oktober 6, 2009

copy-of-dsc03120

Gempa besar berkekuatan 7,6 Skala Richter melantakkan kota Padang dan sekitarnya pukul 17.16 pada tanggal 30 September lalu. Gempa susulan terjadi pada pukul 17.58. Keesokan harinya, 1 Oktober kemarin, gempa berkekuatan 7 Skala Richter kembali menggoyang Jambi dan sekitarnya tepat pukul 08.52. Adalah ketetapan Allah Swt jika bencana ini bertepatan dengan beberapa momentum besar bangsa Indonesia, dulu dan sekarang: Pertama, tanggal 1 Oktober merupakan hari pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 yang menuai kontroversi. Acara seremonial yang sebenarnya bisa dilaksanakan dengan amat sederhana itu ternyata memboroskan uang rakyat lebih dari 70 miliar rupiah. Hal ini dilakukan di tengah berbagai musibah yang mengguncang bangsa ini. Dan kenyataan ini membuktikan jika para pejabat itu tidak memiliki empati sama sekali terhadap nasib rakyat yang kian hari kian susah. Bukan mustahil, banyak kaum mustadh’afin yang berdoa kepada Allah Swt agar menunjukkan kebesaran-Nya kepada para pejabat negara ini agar mau bersikap amanah dan tidak bertindak bagaikan segerombolan perampok terhadap uang umat. Satu lagi, siapa pun yang berkunjung ke Gedung DPR di saat hari pelantikan tersebut akan mencium aroma kematian di mana-mana. Entah mengapa, pihak panitia begitu royal menyebar rangkaian bunga Melati di setiap sudut gedung tersebut. Bunga Melati memang bunga yang biasanya mengiringi acara-acara sakral di negeri ini, seperti pesta perkawinan dan sebagainya. Namun agaknya mereka lupa jika bunga Melati juga biasa dipakai dalam acara-acara berkabung atau kematian. Kedua, 44 tahun lalu, tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965 merupakan tonggak bersejarah bagi perjalanan bangsa dan negara ini. Pada tanggal itulah awal dari kejatuhan Soekarno dan berkuasanya Jenderal Suharto. Pergantian kekuasaan yang di Barat dikenal dengan sebutan Coup de’ Etat Jenderal Suharto ini, telah membunuh Indonesia yang mandiri dan revolusioner di zaman Soekarno, anti kepada neo kolonialisme dan neo imperialisme (Nekolim), menjadi Indonesia yang terjajah kembali. Suharto telah membawa kembali bangsa ini ke mulut para pelayan Dajjal, agen-agen Yahudi Internasional, yang berkumpul di Washington. Gempa dan Ayat-Ayat Allah Swt Segala sesuatu kejadian di muka bumi merupakan ketetapan Allah Swt. Demikian pula dengan musibah bernama gempa bumi. Hanya berseling sehari setelah kejadian, beredar kabar—di antaranya lewat pesan singkat—yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah tiba gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an. “Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur’an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut: 17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” 17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).” 8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.” Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Ini tentu sangat menarik. Gaya hidup bermewah-mewah seolah disimbolisasikan dengan acara pelantikan anggota DPR yang memang WAH. Kedurhakaan bisa jadi disimbolkan oleh tidak ditunaikannya amanah umat selama ini oleh para penguasa, namun juga tidak tertutup kemungkinan kedurhakaan kita sendiri yang masih banyak yang lalai dengan ayat-ayat Allah atau malah menjadikan agama Allah sekadar sebagai komoditas untuk meraih kehidupan duniawi dengan segala kelezatannya (yang sebenarnya menipu). Dan yang terakhir, terkait dengan “Fir’aun dan para pengikutnya”, percaya atau tidak, para pemimpin dunia sekarang ini yang tergabung dalam kelompok Globalis (mencita-citakan The New World Order) seperti Dinasti Bush, Dinasti Rotschild, Dinasti Rockefeller, Dinasti Windsor, dan para tokoh Luciferian lainnya yang tergabung dalam Bilderberg Group, Bohemian Groove, Freemasonry, Trilateral Commission (ada lima tokoh Indonesia sebagai anggotanya), sesungguhnya masih memiliki ikatan darah dengan Firaun Mesir (!). David Icke yang dengan tekun selama bertahun-tahun menelisik garis darah Firaun ke masa sekarang, dalam bukunya “The Biggest Secret”, menemukan bukti jika darah Firaun memang menaliri tokoh-tokoh Luciferian sekarang ini seperti yang telah disebutkan di atas. Bagi yang ingin menelusuri gais darah Fir’aun tersebut hingga ke Dinasti Bush, silakan cari di www.davidicke.com (Piso-Bush Genealogy), dan ada pula di New England Historical Genealogy Society. Nah, bukan rahasia lagi jika sekarang Indonesia berada di bawah cengkeraman kaum NeoLib. Kelompok ini satu kubu dengan IMF, World Bank, Trilateral Commission, Round Table, dan kelompok-kelompok elit dunia lainnya yang bekerja menciptakan The New World Order. Padahal jelas-jelas, kubu The New World Order memiliki garis darah dengan Firaun. Kelompok Globalis-Luciferian inilah yang mungkin dimaksudkan Allah Swt dalam QS. Al Anfaal ayat 52 di atas. Dan bagi pendukung pasangan ini, mungkin bisa disebut sebagai “…pengikut-pengikutnya.” Dengan adanya berbagai “kebetulan” yang Allah Swt sampaikan dalam musibah gempa kemarin ini, Allah Swt jelas hendak mengingatkan kita semua. Apakah semua “kebetulan” itu sekadar sebuah “kebetulan” semata tanpa pesan yang berarti? Apakah pesan Allah Swt itu akan mengubah kita semua agar lebih taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Atau malah kita semua sama sekali tidak perduli, bahkan menertawakan semua pesan ini sebagaimana dahulu kaum kafir Quraiys menertawakan dakwah Rasulullah Saw? Semua berpulang kepada diri kita masing-masing. Wallahu’alam bishawab. (Ridyasmara) Sumber : eramuslim.com


Materi Lailatul Qadr Taushiyah Ramadhan KARISMA

September 10, 2009

moonlight22

Pada suatu hari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bercerita kepada para sahabatnya tentang pejuang dari Bani Israil yang bernama Sam’un. Selama 1000 bulan atau delapan puluh tiga tahun ia tidak pernah meletakkan senjata atau beristirahat dari perang Fii Sabilillah. Ia hanya berperang dan berperang demi menegakkan agama Allah tanpa mengenal rasa lelah. Para sahabat ketika mendengar cerita tersebut, mereka merasa kecil hati dan merasa iri dengan amal ibadah dan perjuangan orang tersebut. Mereka ingin melakukan amal ibadah dan perjuangan yang sedemikian rupa, tapi bagaimana mungkin untuk melakukannya sedang umur kehidupan mereka jarang yang mencapai usia lebih dari enam puluh atau tujuh puluh tahun. Di dalam hadist disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam: “Usia ummatku sekitar enam puluh atau tujuh puluh tahun”. karena itulah mereka bersedih dan kecil hati.

Ketika para sahabat sedang berfikir dan merenungkan tentang hal itu, dimana mereka merasa kecil hati karena tidak mungkin berbuat hal yang telah diperbuat oleh orang Bani Israil yang telah disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, maka datanglah malaikat Jibril kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam membawa wahyu dan kabar kembira kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya. Berkata malaikat Jibril Alaihis Salaam: Allah Subhanahu Wa Taala telah menurunkan kepadamu ya Rasulullah surat Al Qadr, dimana di dalamnya terdapat kabar gembira untukmu dan ummatmu, dimana Allah menurunkan malam Lailatul Qadr, dimana orang yang beramal pada malam Lailatul Qadr mendapatkan pahala lebih baik dan lebih besar daridari pada seribu bulan. Maka amal ibadah yang di kerjakan ummatmu pada malam Lailatul Qadr lebih baik dari pada seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil yang beribadah selama delapan puluh tahun. Lalu malaikat jibril membacakan surat Al Qadr yang artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemulian (Lailatul Qadr).Dan tahukah kamu apa malam kemuliaan. malam kemulian itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahtraan sampai terbit fajar. Maka dengan turunnya wahyu tersebut yang penuh dengan kabar gembira, Rasulullah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya merasa senang dan gembira dengan adanya Lailatul Qadr.

Umat Islam berlomba-lomba meraihnya. Namun sangat jarang yang menemukannya. ”Lailatul Qadar itu mirip dengan tamu agung yang datang berkunjung ke suatu tempat. Boleh jadi, sekian banyak orang, bahkan ribuan orang yang datang menjemputnya di airport, dia hanya akan datang ke tempat orang yang sudah dia kenal, yang dia rasakan sudah siap untuk menyambutnya. Kalau tidak, tentu Lailatul Qadar tidak akan datang,” ujar pakar tafsir, Prof Dr M Quraish Shihab

Beribadah di malam itu dengan ketaatan, shalat, tilawah, dzikir, do’a dsb sama dengan beribadah selama seribu bulan di waktu-waktu lain. Seribu bulan sama dengan 83 tahun 4 bulan.

Beberapa pelajaran dari surat Al-Qadr :
1. Keutamaan Al-Qur’anul Karim serta ketinggian nilainya, dan bahwa ia diturunkan pada Lailatul Qadar (malam kemuliaan).
2. Keutamaan dan keagungan Lailatul Qadar, dan bahwa ia menyamai seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar di dalamnya.
3. Anjuran untuk mengisi kesempatan-kesempatan baik seperti malam yang mulia ini dengan berbagai amal shalih.

Adapun ada beberapa kiat dalam menggapai malam al qodar ini, Syaikh Albani menyampaikan beberapa kiat antara lain :

1. Menegakkan qiyam lail, dimana beliau merekomendasikan menegakkan sholat malam yang panjang pada saat kemungkinan turunnya malam al qodar. Dari Abu Tharr.R.A : barangsiapa yang berdiri untuk shalat bersama imam hingga imam menyelesaikan shalatnya, maka akan dicatat bahwa dia salat sepanjang malam (Hadits Sahih dari Ibnu Abi Shaybah,Abu Dawud, At Tarmizi, An Nasai, Ibnu Majah dan Al Baihaqi).

2. Berdoa kepada Allah, pada malam ini direkomendasikan untuk mengintensifkan doa. Dari Aisyah RA beliau bertanya lepada Rasul Saw, Ya Rasul Saw, bilamana saya mengetahui kapan malam lailatul qodar, apa yang harus saya katakan saat itu. Nabi menginstruksikan lepada Aisyah untuk mengatakan: Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fafuanna (HR Ahmad,Ibnu Majah dan At Tarmizi, dishahihkan Albani)

3. Meninggalkan kesenangan untuk beribadah kepada Allah, dimana direkomendasikan untuk menyediakan waktu untuk beribadah pada malam hari dimana kemungkinan adanya malam al qodar. Dari Aisyah RA, ketika mulai 10 hari terakhir ramadhan, Nabi Saw mengencangkan izaar nya (beliau menjauhi istrinya untuk beribadah lepada Allah), menghabiskan sepanjang malam untuk beribadah dan membangunkan keluarganya (HR.Bukhari Muslim). Dan Aisyah berkata, Rasul Saw mengerahkan secara maksimal seluruh potensi dirinya untuk beribadah pada 10 hari terakhir ramadhan (HR.Muslim)

Ada riwayat yang mengata- kan, bahwa bilangan Malaikat yang berada di bumi pada malam itu lebih banyak dari pasir dan Allah menerima taubat semua orang yang bertaubat pada malam itu. Pada malam itu dibuka segala pintu langit, sejak dari terbenam matahari sampai terbitnya. Jibril turun bersama dengan serombongan Malaikat. Lalu mereka menancapkan panji-panjinya di empat tempat:  Pertama di sisi Ka’bah; Kedua, di sisi kubur Rasulullah saw.; Ketiga, di sisi Masjid Baitul Maqdis; Keempat, di sisi Masjid Tursina. Kemudian mereka bertebaran ke seluruh pelosok bumi, memasuki rumah-rumah orang-orang mukmin sambil bertasbih, bertaqdis, dan memohon ampunan bagi umat Muhammad. (Hasbi As Shiddiqqie, Pedoman Puasa, halaman 243)

Teknik “perburuan” yang dicontohkan Rasul adalah dengan melakukan i’tikaf di masjid dalam sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Demi menggapai Lailatul Qodar itu, umat Islam diizinkan untuk hidup seperti pertapa, mengurung diri di dalam masjid, menyibukkan diri dengan sholat, dzikir, doa, mengkaji Alquran dan Sunnah, serta menjauhi segala urusan duniawi.

Sebenarnya, seluruh malam bulan Ramadhan adalah waktu untuk mendapatkan Lailatul Qodar itu. “Perburuan” terhadap malam kemuliaan itu hendaknya dilakukan sejak malam pertama bulan Ramadhan. Tak sehari pun berlalu tanpa amal shalih.

Ibarat seorang pesepakbola profesional yang terus berlatih dan bermain, setiap hari, minimal untuk menjaga kondisi tubuh dan teknik memainkan bola, meski tidak ada pertandingan resmi. Atau ibarat sebuah tim sepakbola yang harus melalui babak penyisihan dengan baik. Memandang setiap pertandingan sebagai final. Hanya tim terlatih dan terbaik yang bisa meraih juara.

Dengan demikian, Lailatul Qodar hanya akan ditemui oleh mereka yang mempersiapkan diri dan menyucikan jiwa guna menyambutnya. Kebaikan dan kemuliaan yang dihadirkan oleh Lailatul Qodar hanya akan diraih oleh orang-orang tertentu yang berakhlak mulia dan memuliakan hari-harinya dengan menjalankan syariat Islam.

Pengertian

Lailatul Qodar adalah salah satu keutamaan bulan Ramadhan. Secara etimologis (harfiyah/ bahasa), kata qadar di dalam Alquran setidaknya dimaksudkan untuk tiga arti: penetapan dan pengaturan, kemuliaan, dan sempit.

Berdasarkan arti pertama, Lailatul Qadar berarti suatu malam di mana segala hal yang menyangkut alam dunia ini ditetapkan dan diatur. Maka, Lailatul Qadar dalam pengertian ini adalah penetapan kembali sejarah kehidupan manusia. Karena, ia adalah awal penetapan kembali takdir Allah, maka umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa dianjurkan bertadarus Alquran sebanyak mungkin, beriktikaf, dan ibadah-ibadah lain seperti dicontohkan Rasulullah.

Tadarus Alquran berarti memahami segala kandungan Alquran secara menyeluruh, tidak sepotong-sepotong. Sehingga, Alquran benar-benar menjadi bagian dalam hidup kita yang hakiki. Selain itu, Nabi juga menganjurkan memperbanyak iktikaf di dalam masjid. Ini yang selalu beliau praktikkan terutama pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Dalam iktikaf, seseorang dianjurkan memperbanyak evaluasi dan introspeksi diri, menyadari segala kesalahan yang lalu, dan merenungi kebesaran Allah. Selanjutnya memandang masa depan secara positif, bertekad memperbaiki diri sendiri untuk tidak melakukan berbagai dosa dan kesalahan. Pada saat yang sama, bertekad meningkatkan amaliah sehari-hari yang diridhai Allah.

Lailatul Qadar menurut makna kedua yaitu kemuliaan. Surat Al-Qadar menjelaskan kemuliaan ini adalah disebabkan adanya berbagai peristiwa istimewa. Di antaranya peristiwa turunnya Alquran. Karena Lailatul Qadar merupakan diturunkannya Alquran di samping malam ditetapkannya segala sesuatu, maka hakikatnya ia lebih baik dari apa pun juga.

Alquran menggambarkannya dengan hitungan seribu bulan. Artinya, bahwa ketika seseorang dalam perenungannya memahami kebesaran Allah dengan membaca ayat demi ayat Alquran beserta memahami maknanya, maka saat itulah momen Lailatul Qadar akan menemuinya. Malam itu tidak akan menemui orang-orang yang belum siap, dalam artian bahwa jiwanya belum mampu untuk menerimanya. Ia hanya menghampiri orang-orang yang sejak awal Ramadhan benar-benar telah siap, yaitu orang-orang yang selalu menghidupi malam-malamnya dengan ibadah kepada-Nya.
Makna ketiga dari kata qadar adalah sempit. Ia dikatakan sempit karena banyaknya malaikat Allah yang turun memberikan ketenangan dan kedamaian pada jiwa manusia hingga waktu pagi datang. Mengenai malaikat yang turun ini, ulama Muhammad Abduh mengilustrasikan mereka sebagai bisikan yang baik.

Turunnya malaikat pada Lailatul Qadar menemui orang yang mempersiapkan diri menyambutnya berarti bahwa ia selalu disertai oleh malaikat, sehingga jiwanya selalu terdorong untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Jiwanya akan selalu merasakan kedamaian yang tidak terbatas sampai fajar Lailatul Qadar, tetapi sampai akhir hayat menuju fajar kehidupan baru di hari kemudian kelak.

Al Quran

  • Al Qadr : 1-5

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) saat Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. “(Al-Qadr: 1-5)

  • Ad Dukhaan : 3

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (alQur-an) pada suatu malam yang diberkahi.” (Ad-Dukhaan:3)

Hadits

  • Dalam riwayat Abu Hurairah ra, seperti disampaikan oleh Bukhori, Muslim dan al Baihaqi, Rasulullah SAW juga pernah menyampaikan, “Barangsiapa melakukan shalat malam pada saat Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih)
  • Dalam suatu Hadits dari  Ibnu Abbas, Rasulullah saw. bersabda:
    “Sesungguhnya Allah melihat pada malam al qadar kepada orang-orang mukmin dari umat Muhammad, lalu dimaafi mereka dan dirahmati-Nya, kecuali empat orang, yaitu : Peminum arak, pendurhaka kepada ibu-bapak, orang yang selalu bertengkar dan orang yang memutus tali silaturahmi.”
  • Dalam sebuah hadits riwayat Anas bin Malik, Rasulullah SAW menegaskan, “Sesungguhnya Allah mengaruniakan Lailatul Qodar hanya untuk umatku dan (Allah) tidak memberikannya kepada umat-umat sebelumnya”.

Waktu turunnya LQ

Selanjutnya dari sepuluh hari terakhir tersebut, kemungkinan yang lebih dekat adalah pada malam-malam ganjil, sebagaimana sabda Rasulullah:

“Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan”     (Riwayat Bukhari)

Dari malam-malam ganjil tersebut, kemungkinan yang paling dekat adalah malam-malam ganjil pada tujuh hari terakhir, berdasarkan riwayat bahwa sejumlah shahabat ada  yang bermimpi melihat Lailatul Qadr pada malam tujuh hari terakhir, dan hal tersebut disetujui Rasulullah, sehingga beliau bersabda:

“Siapa yang ingin mendapatkannya, hendaknya dia mencarinya pada tujuh hari terakhir (bulan Ramadhan)” (Muttafaq alaih)

Dan dari tujuh hari terakhir tersebut, yang paling dekat adalah pada malam kedua puluh tujuh Ramadhan, sebagai-mana perkataan Ubay bin Ka’ab Ra.:

“Demi Allah, saya mengetahui kapan malam tersebut (Lailatul Qadr) yang kita diperintahkan Rasulullah untuk beribadah di dalamnya, dia adalah malam kedua puluh tujuh (Ramadhan)” (Riwayat Muslim)

Lailatul-Qodar itu jatuh pada malam 17 Ramadhan, yaitu malam diturunkannya Al Qur‘an. Hal ini disampaikan oleh Zaid bin Arqom, dan Abdullah bin Zubair ra. (HR. Ibnu Abi Syaibah, Baihaqi dan Bukhori dalam tarikh).

Ibnu Abbas -radhiallahu ‘anhu- berkata:
“Allah menurunkan Al-Qur’anul Karim keseluruhannya secara sekaligus dari Lauh Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah (langit pertama) pada malam Lailatul Qadar. Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sesuai dengan konteks berbagai peristiwa selama 23 tahun.” (Tafsir Ibnu Katsir)

Inilah pendapat-pendapat yang mengatakan tentang kedatangan malam Lailatul Qadr, lalu bagaimana kita menyikapi hal tersebut? Perlu kita ketahui hikmah di rahasiakannya kedatangan malam Lailatul Qadr adalah agar kita Umat Islam berjaga-jaga dan bersiap-siap dengan melakukan ibadah disetiap malam dibulan Ramadhan tanpa harus menentukan satu malam atau menjadikan malam tertentu lebih dari malam lainnya. Kita harus meningkatkan nilai-nilai ibadah kita dibulan Ramadhan dengan prinsip malam ini lebih baik dari malam kemarin dan seterusnya, dan berharap pada Allah SWT agar diberi taufik untuk beribadah pada malam Lailatul Qadr, sehingga kita mendapatkan ucapan salam dari para malaikat yang turun ke bumi dan masuk ke setiap rumah orang-orang mu’min untuk memberikan salam dan mendoakan kepada penghuni rumah. Bahkan di riwayatkan didalam hadist oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam didalam khutbahnya: “Barangsiapa memberikan makanan untuk orang berbuka puasa dari hartanya yang halal maka malaikat memintakan ampunan dari Allah atas dosa-dosanya sepanjang bulan Ramadhan dan disalami oleh Jibril AS dimalam Lailatul Qadr dan barang siapa yang disalami oleh jibril niscaya lembut hatinya dan banyak air matanya”. Dan apa bila kita ingin mengetahui apakah rumah kita telah di masuki oleh para malaikat dan kita telah di salami olah malaikat Jibril di malam Lailatul Qadr, maka lihatlah diri kita apakah hati kita lembut apakah mata kita selalu mencucurkan air matanya karena Allah? Maka apabila kita telah dapati hal hal tersebut di diri kita maka kita termasuk didalam golongan orang-orang yang berbahagia yang melebihi orang-orang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil dan kita termasuk didalam golongan orang-orang yang patut untuk dibanggakan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di hari kiamat nanti di hadapan para Nabi dan Rasul.

Tanda-tanda turunnya LQ

  • seseorang adalah kedamaian dan ketenangan batinnya, sehingga benar-benar menikmati kedekatan dengan Allah melalui amal ibadah pada malam itu.
  • pagi harinya matahari bersinar cerah, tetapi sinarnya tidak terlalu panas
  • hari itu penuh dengan ketenangan dan ketenteraman sehingga dikatakan tidak terdengar gonggongan anjing
  • langit dalam keadaan bersih,
  • seperti ada bulan terbit, malam hening
  • tidak dingin dan tidak panas
  • tidak ada bintang yang terlempar hingga pagi
  • matahari terbit tidak menyilaukan di pagi harinya seperti bulan purnama

Cara Menghapus Grup di Facebook

September 10, 2009

grup

Grup memang merupakan fitur unggulan yang disediakan situs jejaring sosial Facebook untuk para anggotanya. Setiap anggota bisa membuat ataupun bergabung ke dalam Grup sesuai keinginan dan minat masing-masing anggota.

Manfaat dari Grup sendiri lumayan banyak, diantaranya yang hingga kini penulis ketahui yakni bisa mencari teman-teman yang satu komunitas baik itu organisasi, alumni, minat yang sama, kampanye, dll.

Kalau kita bicara soal membuat Grup ataupun bergabung dengan Grup saya yakin para facebook mania sudah hapal di luar kepala karena saking mudahnya memanfaatkan fasilitas yang satu ini, tetapi jika kita berbicara cara menghapus Grup dikarenakan beberapa hal saya yakin juga sebagian besar Facebook mania masih banyak yang belum mengetahui triknya.

Nah di bawah ini cara-cara untuk menghapus Grup yang telah kita buat :

1. Pastikan Anda benar-benar yakin akan menghapus Grup Anda

2. Sebelum menghapus ada baiknya Anda sampaikan berita ke seluruh anggota Grup Anda melalui pesan bahwa Grup tersebut akan segera dihapus karena beberapa hal

3. Hapus satu per satu anggota Grup Anda

4. Setelah semua anggota dihapus sampai hanya tersisa adminnya, maka adminnya juga harus Anda hapus

5. Secara otomatis ketika admin dan seluruh anggota telah dihapus Grup Anda akan di delete secara otomatis oleh sistem Facebook