
Hasil ujian SNMPTN calon mahasiswa berbagai perguruan tinggi akan di umumkan secara resmi tanggal 1 Agustus 2009 pukul 00.00 WIB.
Untuk melihat hasil ujian SNMPTN 2009 klik link di bawah ini :

Hasil ujian SNMPTN calon mahasiswa berbagai perguruan tinggi akan di umumkan secara resmi tanggal 1 Agustus 2009 pukul 00.00 WIB.
Untuk melihat hasil ujian SNMPTN 2009 klik link di bawah ini :
TEMPO Interaktif, Jakarta – Klaim Nurdin M Top bahwa ia adalah dalang pengeboman Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott yang dimuat disebuah halaman web diduga palsu. “Itu hanya kerjaan orang yang mengail di air keruh,” kata pengamat multimedia Roy Suryo ketika dihubungi Tempo, Rabu (29/07).
Klaim Nurdin bahwa bom di kedua hotel tersebut adalah hasil kerjanya dipublikasi di http://mediaislam-bushro.blogspot.com. Di halaman web itu, disebutkan bahwa pengeboman terhadap Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott dimaksudkan untuk menghabisi para bisnisman dan intelijen Amerika. Nurdin M Top, dibawah halaman web tersebut, disebut Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia.
Roy menilai klaim tersebut palsu dan bukan ditulis atau dipublikasi atas perintah Nurdin M Top. Sebab, kata Roy, sepak terjang Nurdin tak pernah mengklaim aksi yang dilakukannya. Apalagi, Roy melanjutkan, penulis halaman web tersebut berulang kali salah ketik: Hotel Ritz Carlton ditulis Rizt Calrton dan Hotel JW Marriott ditulis JW Marriot.
Klaim tersebut diposting terakhir pada 26 Juli pukul 22.02 WIB. Sebelumnya posting yang sama juga dipublikasi pada 18 Juli 2009, sehari setelah ledakan, dengan alamat http://bushro2.blogspot.com.
Roy mengatakan tak mudah melacak siapa pemilik blog tersebut. Sebab, kata Roy, siapapun bisa dengan mudah membuat blog di blogspot. Melacak dengan menelusuri jejak IP pun tak mudah karena tidak semua pengguna internet menggunakan komputer pribadi. “Namun bukan berarti tidak bisa,” kata Roy.
Polisi, Roy melanjutkan, bisa menelusuri siapa saja orang yang memberi komentar atas tulisan tersebut. Salah satu dari pengirim komentar, kata Roy, “Bisa jadi pengelola blog tersebut.”
Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2009/07/29/brk,20090729-189748,id.htm

Palembang – 16 Juli 2009 bertempat di Ballroom hotel Arya Duta Palembang lebih dari 500 mahasiswa se kota Palembang mengikuti Workshop Sehari Wirausahawan Muda Mandiri sebagai salah satu bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) dari bank Mandiri. Selain gratis workshop yang menghadirkan pembicara nasional dan pembicara lokal tersebut dikemas menarik oleh Bank Mandiri sehingga membuat peserta nya pun antusias mengikutinya. Acara ini menghadirkan motivator nasional Rhenald Kasali, Ph.D (Ketua Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia/ Penulis buku Re-code Change Your DNA), selain itu juga mengundang Anang (musisi/ suami Krisdayanti) sebagai pengisi materi kewirausahaan dari bidang industri kreatif, dan tak lupa pengusaha-pengusaha dari Palembang yang telah sukses juga dihadirkan untuk memaparkan pengalaman dan ilmu bisnisnya.
Pukul 08.00 WIB pagi ruang di sekitaran ballroom sudah mulai ramai dipadati mahasiswa dari bermacam-macam kampus dengan keragaman warna almamaternya masing-masing, sebelum acara resmi dimulai seluruh peserta yang telah mendaftar di kampusnya masing-masing melakukan registrasi yang telah disiapkan di meja panitia sesuai kampusnya, setelah tanda tangan peserta pun mendapat map yang berisi alat tulis, fotocopy materi, tiket konser, dan jaket kegiatan ini. Terdapat juga 5 stand pameran yang diisi oleh juara dan finalis kompetisi Wirausaha Muda Mandiri 2007 dan 2008. Salah satu juara yang paling sukses adalah Hendi Setiono dari Surabaya (juara 1 nasional penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2007) pemilik Kebab Turki Baba Rafi yang sudah mempunyai omzet 40 miliar dan memiliki lebih dari 500 outlet se Indonesia dan segera akan membuka outlet di Malaysia, Thailand, dan Singapura, selain Hendi ada juga Sinta dari Lampung (juara 3 nasional penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2008) pemilik usaha Istana Keripik Ibu Mery, Jefri Van Novis dari Bukit Tinggi, Padang (Finalis nasional Wirausaha Muda Mandiri 2008) pemilik usaha Bonita Tour and Travel, kemudian dari wongkito ada M. Khairuddin (Finalis nasional Wirausaha Muda Mandiri 2008) pemilik lembaga pendidikan service komputer, hp dan elektronik dengan brand Palembang Technology yang beralamat di sekitaran daerah Sekip, dan terakhir ada Agus Wibowo kelahiran Ogan Komering Ilir (Finalis nasional Wirausaha Muda Mandiri 2008) pemilik usaha CV. Eka Tunggal Perkasa yang berlokasi di sekitaran Jalan Sukabangun II, Palembang.
Sekitar pukul 9 pagi acara pun dimulai dengan dipandu oleh Puteri Indonesia 2006 Agni Pratistha , rangkaian acara workshop dibagi menjadi empat sesi. Pada sesi pertama diisi oleh Ki Agus Zainal Arifin (Pemilik Zainal Songket).
Perjalanan sukses seorang Zainal diceritakan secara gamblang oleh Bapak yang telah berusia 43 tahun ini, berawal dari nasihat dan diajarkan menenun songket dari neneknya jiwa wirausaha Zainal mulai tumbuh, sehingga membuat dirinya semenjak kelas 4 SD hingga kuliah bisa membiayai sekolahnya sendiri. Beliau pun membawa bisnis songketnya ke Jakarta dengan luasnya jaringan pertemanannya dan tekad yang kokoh petualangan bisnisnya mulai menemukan titik terang hingga membuat akhirnya membuatnya bisa membeli rumah sendiri di Kebon Kacang Jakarta, padahal pada awalnya beliau sempat menyewa tempat tinggal di rumah kecil pinggir rel Kali Grogol yang kata beliau kalau ada kereta lewat rumahnya itu bergoyang. Jaringannya yang luas adalah salah satu kunci sukses Zainal Songket ini namun tidak hanya itu sikap dan keramahan kita kepada semua calon pembeli ataupun pembeli juga cukup ditekankan oleh Bapak Zainal dalam penyampaian materinya. Dan jujur sepertinya menjadi hal terpenting yang menopang bisnis bapak asli orang Palembang ini.
Lalu sesi II workshop dari bisnis Industri kreatif dihadirkanlah seorang Anang Hermansyah (musisi), seorang kelahiran Jember yang juga alumni Universitas Islam Bandung. Peranan ayah adalah hal yang paling menginspiratif jalan hidup Anang. Kekurangsenangannya pada akademik membuat kuliahnya cukup kacau, mungkin dalam sebulan hanya satu kali masuk. Hal itu dikarenakan kecintaanya pada musik. Dan ia pun akhirnya berani menegaskan kepada ayahnya bahwa ia yakin akan bisa sukses di dunia musik. Beragam posisi pernah ia lakoni, mulai dari ngamen, pembantu di studio, dll hingga akhirnya ia bisa menjadi sukses lalu bertemu dan menikah dengan Krisdayanti. Sekarang pemilik PT IMPORT MUSIC INDONESIA ini membuka kesempatan luas bagi musisi-musisi daerah agar bisa berhasil menjadi seorang musisi yang professional dengan hanya mengirimkan rekaman lagunya ke www.importmusic.com, jadi hanya tinggal di kirim datanya tanpa perlu datang ramai-ramai ke Jakarta seperti dulu.
Di sesi ketiga kembali di isi oleh pengusaha sukses dari Palembang seorang ibu pendiri dan pemilik Pempek PAK RADEN Ibu Hj. Nurhasanah. Hal yang cukup mengejutkan peserta workshop ternyata ibu Nurhasanah ini jijik dengan ikan, padahal bahan dasar pempek adalah dari ikan. Nah dari situlah ibu Nurhasanah ini menegaskan bahwa apa yang kita tidak suka belum tentu membuat kita tidak sukses. Kerasnya pendidikan dari orang tuanya mengajarinya berusaha sendiri mencari uang dari kecil sangat menjadi hal penting hingga sekarang pempek PAK RADEN mampu mempunyai 34 outlet se Indonesia.
Dan terakhir acara dilanjutkan ke sesi IV diisi seorang motivator Rhenald Kasali, Ph.D dengan menampilkan slide dan game-game sederhananya membuat keletihan peserta karena mungkin agak lelah mengikuti acara dari pagi menjadi semangat dan segar kembali. Bapak yang tidak mau dikatakan motivator ini ingin merubah mind set peserta workshop agar bisa lebih berkembang lagi dan mau keluar dari batasan-batasan yang biasanya membuat kita menjadi terkekang oleh pikiran kita sendiri.
Sekitar pukul 17.00 rangkaian acara workshop pun usai, dan sebelum acara ditutup peserta yang beruntung mendapatkan doorprize yang pengundiannya dilakukan personil Andra and The Backbone berupa flash disk 2GB, mini Compo, dan TV 21 inch. Dan sebelum meninggalkan lokasi acara seluruh peserta workshop diminta untuk mengisi questioner dan mengumpul dan menukarkannya dengan nasi kotak dan uang transport dari Bank Mandiri. Terima kasih Bank Mandiri dan Maju Terus wirausahawan muda Indonesia.
Galeri Foto






Kamis, 9 Juli 2009 - Hari ini tepat satu hari setelah rakyat Indonesia menggelar Pilpres 2009 sebuah event 5 tahunan yang begitu memiliki arti penting bagi kemajuan bangsa ini. Suasana kota saya Palembang sepertinya masih adem ayem saja tak ada suasana kisruh setelah pesta demokrasi berlangsung.
Siang hari ini saya pergi menuju ke Sekip untuk membetulkan cartridge printer saya yang lumayan lama tak terpakai karena kabel power printer yang rusak. Tak sampai satu jam menunggu karyawan Cartridge World tempat saya membetulkan cartridge memberitahu saya bahwa cartridgenya udah selesai dan bisa dipakai kembali, uang 15 ribu pun saya keluarkan dari kantong untuk membayar biaya refill tersebut.
Di saat sebenarnya tugas masih menunggu, untuk sedikit refreshing otak saya pergi ke Gramedia Atmo untuk melihat dan membaca-baca buku GRATIS (he..he..emang hobby gratisan). Tiba di toko buku yang sudah cukup lama ada di Palembang ini sepertinya saya melihat bakal digelar sebuah acara, saya langsung tanya ke salah satu karyawan di sana dan benar memang akan ada acara talkshow interaktif Buku Pumping Teacher yang akan langsung diisi oleh Bapak Amir Tengku Ramly (penulis dan trainer Pumping Indonesia). Dan lagi-lagi acara ini digelar GRATIS, langsung dah tanpa pikir panjang ikut…ikut…ikut…!!!.
Amir Tengku Ramly, Lead Trainer Pumping Indonesia, pendiri & CEO Pumping Indonesia
Pukul 16.30 WIB acara dimulai dengan di moderatori Bapak Dr. Budi Santoso (Salah satu trainer Pumping Indonesia dari Palembang), sekitar 5 menit kata-kata pembukaan microphone acara lalu diberikan ke Bapak Amir Tengku untuk membahas mengenai Pumping Teacher. Bapak alumni IPB (Institut Pertanian Bogor) ini sambil menampilkan slide yang telah dipersiapkan membawakan materi dengan begitu antusias dan menarik sehingga cukup banyak pengunjung Gramedia yang menyaksikan talk show ini.
Dr. Budi Santoso, Trainer Utama Wilayah Palembang dan CEO BSS Palembang
Pumping Teacher merupakan sebuah teknik melejitkan potensi diri yang di aplikasikan untuk para guru, selain Pumping Teacher terdapat juga Pumping Talent dan Pumping Student yang buku-bukunya juga masih tersedia di Gramedia Atmo. Seperti kata Bapak Amir Tengku, beliau mengatakan sesuai dengan makna dari “pumping” itu sendiri yang artinya memompa beliau menamai konsep baru yang beliau tawarkan ini. Bapak yang juga mengelolah DAPUR UMMAT (sebuah lembaga untuk membantu pendidikan anak jalanan di Bogor) ini menceritakan awal mula beliau menamai pumping karena suatu ketika beliau sedang melihat buruh bangunan memompa sumur untuk mengambil air yang akan di campur dengan semen. Lalu terjadi dialog di dalam pikiran beliau, kenapa mereka cuma mengambil sedikit ya ??? Padahal di dalam tanah itu tentu masih melimpah ruah air yang bisa di pompa. Dari sana beliau langsung mengaitkannya dengan otak manusia yang sesungguhnya mempunyai potensi yang luar biasa karunia dari yang Maha Kuasa. Jadilah konsepan Pumping ini dengan segala strateginya guna memompa semaksimal mungkin potensi yang bisa di raih oleh seorang manusia baik di bidang pengajaran (Pumping Teacher), bidang pembelajaran (Pumping Student), ataupun memompa potensi pribadi (Pumping Talent).
Selesai menyampaikan materinya suami dari Erlin Trisyulianti ini membuka sesi tanya jawab, di bawah ini cuplikan tanya jawab yang masih teringat di pikiran saya (Mohon dimaklumi jika ada yang sedikit keliru karena cuma mengandalkan ingatan saja).
Pertanyaan 1 dari Saya sendiri
Sesuai yang telah Bapak Amir sampaikan tadi bahwa seorang guru yang profesional itu haruslah mengajar sesuai dengan karakter/ kepribadian (Koleris, Sanguninis, Melankolis, Plegmatis) dari peserta didiknya. Lalu bisakah saya sebagai seorang mahasiswa ketika dosen saya tidak bisa menyesuaikan dengan kepribadian saya dalam mengajar, sayalah yang menyesuaikan dengan kepribadian dosen saya tersebut ? Dan kalaupun bisa bagaimanakah caranya? Terima kasih
Jawaban dari Bapak Amir Tengku Ramly
Pasti bisa kalau sudah di level mahasiswa, jadi Anda perlu menggambarkan dosen Anda tersebut pada awalnya, dengan menilai apakah ia seorang introvert ataukah ekstrovert. Kalau ia introvert (orangnya tertutup) kemungkinan ia memiliki kepribadian Melankolis atau Plegmatis atau bisa juga perpaduan keduanya. Sedangkan bila ia seorang yang ekstrovert (orangnya terbuka) maka kemungkinan ia memiliki kepribadian Koleris atau Sanguninis atau juga perpaduan keduanya. Jadi ketika Anda menghadapi seorang dosen yang melankolis Anda tinggal menampilkan data-data maka dosen tersebut sudah merasa cukup tanpa Anda perlu berbasa-basi dengan segala keindahan tutur kata Anda. Dan akan berbeda ketika Anda menghadapi dosen yang sanguinis, maka cara Anda berbicara akan sangat mempunyai arti baginya.
Pertanyaan 2 dari seorang mahasiswi
Saya ingin bertanya tentang pohon Bambu Cina yang kata Bapak tadi merupakan pohon paling kuat, tadi kata Bapak kriteria pohon yang kuat itu memiliki akar yang mengakar, batang, dan daun (buah). Lalu kalau Bambu Cina dimana buahnya ? Terima kasih
Jawaban dari Bapak Amir Tengku Ramly
Buah dari bambu cina disebut rebung, dan filosofi Bambu Cina ini harus kita contoh karena pohon ini di 5 tahun pertama hidupnya ia hanya menjalarkan akarnya lebih dalam ke tanah, setelah lima tahun barulah ia tumbuh tinggi dengan sangat cepat yakni 3 cm/ hari.
Pertanyaan 3 dari Ibu guru SD di Palembang
Karakter siswa itu memang berbeda-beda ya Pak, tapi terkadang karakter mereka bisa menjadi sama. Contoh ketika saya sedang mengajar di suatu kelas, lalu ternyata kelas sebelah kosong tidak ada guru yang mengajar, sayapun meninggalkan dulu kelas yang sedang saya ajar untuk mengasih tugas di kelas sebelah. Dan pas saya kembali ke kelas saya maka mereka semua memiliki karakter yang sama dengan membuat keributan di kelas. Bagaimana mengatasinya Pak? Terima kasih
Jawaban dari Bapak Amir Tengku Ramly
Ibu harus mengatasinya sesuai karakter mereka masing-masing, pada saat menghadapi anak yang melankolis mungkin tidak bisa mengatakan “eh kamu ini selalu bikin masalah”, karena akan terngiang selalu di otaknya bahwa ia sang trouble maker. Beda pada saat ibu menghadapi anak yang koleris mungkin dengan kata-kata seperti tadi baru ia akan jera berbuat salah.
Pumping Student, salah satu buku karya Amir Tengku Ramly
Di akhir acara setelah membolak-balik halaman buku dan sedikit banyak membaca isi buku Pumping Student, saya cukup tertarik dan berminat dengan buku tersebut. Buku itupun saya beli dengan harga Rp 31.500,- untuk menambah wawasan saya dan untuk terus melejitkan potensi-potensi karunia Allah SWT yang belum banyak yang bisa dipompa untuk di manifestasikan dalam kehidupan nyata.
Demikianlah sedikit berbagi kisah hidup saya hari ini, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Wallahu ‘alam bi showab.

Episode kehidupan menikmati masa kuliah tak terasa akan segera selesai tayang, durasi tiga tahun ternyata dilewati dengan begitu sangat cepat meninggalkan berbagai memori dengan segala hikmahnya. Pernah mendengar perkataan dari seorang sahabat bahwa jalannya waktu bagi seorang aktifis akan sangat cepat , dan hal itu benar adanya saya rasakan ketika sekarang ternyata tak terasa saya sudah berada di ujung jalan menuju titik finish perjalanan mencari mata air ilmu yang kelak akan membawa kecerahan masa depan.
Dulu ketika selesai dari SMA saya berkeinginan dan bertekad bisa mendapatkan satu bangku kuliah di Fasilkom (Fakultas Ilmu Komputer) Unsri, komputer memang sebuah bidang yang amat saya minati dari dulu, ikhtiar pun saya lakukan untuk meraih impian tadi salah satunya dengan mengikuti program super intensif SPMB bimbingan belajar Nurul Fikri Jl. Sudirman Palembang.
Di tengah perjalanan belajar di Nurul Fikri ayah membawakan dan memberikan ku sebuah brosur, dan ternyata brosur tersebut adalah brosur info tentang Fasilkom Unsri. Dan dari brosur tersebut sebuah hal yang paling disoroti dalah mengenai biaya pendidikan di sana. Saya juga cukup terkejut melihat nominal angka yang tercetak hitam di brosur tersebut, jumlah biaya yang lumayan tinggi buat keluargaku. Akhirnya setelah sedikit dialog dengan sang ayah akhirnya saya harus memupuskan harapan dan menghapus keinginan untuk bisa melanjutkan pendidikan di Fasilkom Unsri. Dan dengan itu pula saya memutuskan untuk tidak melanjutkan bimbel di NF, dan mengambil opsi Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) karena alhamdulillah kebetulan saya sudah diterima PMP disini dengan jurusan Teknik Telekomunikasi.

Proses demi proses saya ikuti dan lewati guna melanjutkan ke Polsri, dan tibalah saya ke tahapan tes butawarna yang akhirnya menjadi sebuah skenario indah kehidupan dari Allah bagiku karena saya bisa mengambil jurusan Teknik Komputer di Polsri, jurusan yang memang saya idamkan. Pada saat pengajuan PMP di SMA dulu dari pihak sekolah sudah memberikan kebebasan untuk memilih jurusan apa di Polsri tetapi dengan catatan tidak boleh memilih jurusan yang sama karena ditakutkan ada yang tidak diterima. Saat itu jurusan Teknik Komputer sudah keduluan dipilih oleh teman Meita namanya, kebetulan sekarang sekelas lagi dengannya. Dan saya pun harus mengalah dengan memilih jurusan Teknik Telekomunikasi. Lalu saya lanjutkan pada saat tes buta warna tadi, ternyata hasilnya walaupun menyedihkan karena saya divonis menderita yang dalam bahasa Sekayu disebut colour blind (butawarna), tetapi kesedihan itu rasanya bisa tertutupi dengan kegembiraan karena saya disarankan untuk pindah jurusan, dan akhirnya saya bisa memilih jurusan Teknik Komputer.
Sekarang masa tiga tahun pendidikan diploma III Teknik Komputer sudah hampir diselesaikan, dan saatnya untuk mengevaluasi dan memberikan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) kepada orang tua apa yang sudah bisa dihasilkan selama tiga tahun kuliah.