Telinga adalah salah satu nikmat Allah yang sangat berarti bagi kita hamba-Nya. Tanpa telinga niscaya kehidupan ini akan terasa sangat begitu sepi dan hening di setiap saat di setiap waktu. Saya yakin bila kita ditawarkan untuk menukar telinga kita dengan uang milyaran sekalipun maka tak akan rela kita menukarnya. Maka kita sebagai seorang hamba semestinya tanpa kenal lelah untuk senantiasa mengucapkan ucapan syukur kita atas nikmat yang tiada tara yang telah dianugerahkan-Nya. Alhamdulillah
Beberapa hari ini nikmat telinga saya diuji dengan sedikit problema, pendengaran sebelah kanan saya agak terganggu karena dikira kemasukan air, sempat terbesit di hati dan pikiran ini betapa menderitanya orang-orang yang diuji dengan penyakit tuli. Mungkin inilah salah satu makna indah yang tersirat disetiap kesulitan yang diberikan Allah.
Begini ceritanya…
Hari minggu setelah mengikuti senam jantung sehat di GOR Palembang, saya mengisi waktu liburan dengan berenang di Kolam Lumban Tirta, setelah berenang itu mulai terasa ada gangguan, saya meyakini itu disebabkan oleh air yang masuk ke telinga.
Sampai hari senin ketika kerja praktek pun saya merasa risih dengan keadaan yang seperti ini, padahal segala macam jurus-jurus mengeluarkan air dari telinga udah saya coba tuh, akhirnya hari itu pun juga saya izin sebentar dari tempat Kerja Praktek untuk ke Rumah Sakit.
Karena lagi kerja praktek, so saya gak dikenain biaya di rumah sakit alias GRATIS, ini dia yang selalu saya cari-cari. Tiba di rumah sakit langsung daftar di loket, terus langsung deh disuruh nunggu antrian pasien. Ternyata gak saya sendirian yang berada di rumah sakit itu, mungkin ada 50 orang lebih yang sama seperti saya menunggu di waiting room. Lama menunggu disana dengan memperhatikan di sekitar kembali membuat saya menyadari akan besarnya nikmat kesehatan yang diberikan Sang Ilahi Rabbi. Saya sadari ujian yang sedang menimpaku belum seberat orang lain yang berada disana, di rumah sakit itu saya melihat ada yang ujung jarinya terpotong sehingga harus ditampal dengan kulit tangan bagian luar, ada anak SMP yang udah pake kursi roda, dan masih banyak lagi yang lainnya. Sungguh sebuah pelajaran yang berarti.
Tak lama tiba giliran saya untuk masuk ke ruang Poli 3 bagian dokter umum untuk menemui dr. Wiji. Langsung saya utarakan keluhan saya, saya langsung mengatakan mau minta dikeluarkan air yang masih ada di telinga. Dan dr.Wiji dengan alat untuk melihat isi telinga langsung mengeksplor bagian dalam telinga saya dengan alat tersebut. Setelah di cek, ternyata dugaan saya salah. Dikira air yang masuk ke telinga, ternyata kata dr.Wiji ada serangga mati yang menempel di gendang telinga saya. Wah saya gak nyangka sama sekali tuh. Tapi sayangnya serangga tersebut nggak bisa langsung dikeluarkan saat itu juga, karena rumah sakit belum ada alatnya. Dr. Wiji merekomendasikan saya untuk berobat ke RS di Prabumulih bagian THT (Telinga, Hati, Tenggorokan), karena disana ada alatnya. Tapi di RS Prabumulih itu bagian THTnya hanya ada di hari sabtu. Saya pikir alangkah lama menunggu keadaan yang begitu tidak nyaman ini.
Keesokan harinya saya putuskan untuk berobat di RS Palembang saja, karena kalau nunggu sabtu terlalu lama, terus juga di Prabumulih itu Rumah Sakit swasta takutnya biayanya lumayan tinggi juga. Dan nanti pagi saya akan berangkat ke RS di Palembang. Doakan sahabat
Nih bagi sahabat yang telinganya sering kemasukan air ada beberapa tipsnya, inget kemasukan air ya, bukan kemasukan serangga, kalau kemasukan serangga saya belum dapat tipsnya selain nemuin dokter.
1. Coba loncat-loncat, dan miringkan telinga yang kemasukan air ke arah bawah
2. Kepala dimiringkan dengan telinga yang kemasukan air berada di posisi atas. Lalu pancing air untuk keluar dari telinga dengan memasukkan air ke telinga yang kemasukan air. Sambil menahan napas masukkan air ke telinga yangjadi korban. Tahan sejenak, langsung putar kepala ke arah bagian berlawanan
Awas Jaga Telinga Anda agar tidak kemasukan air dan serangga, WASPADALAH WASPADALAH WASPADALAH